SIM TUNJANGAN FUNGSIONAL

Setelah cek & ricek ternyata bener SIM Aneka Tunjangan khususya Tunjangan Fungsional supaya datanya bisa diusulkan tetep harus memenuhi syarat,, sedangkan memenuhi syarat tsb hasil sinkronisasi dari dapodik.. mungkin manual seperti dulu sdah ga bisa. kemudian oleh pengelola diolah dipilih dan dipilah.. krna Tunjangan Fungsional juga ada batas kuotanya…!! pihak OP pengelola mungkin akan mempertimbangkan masa kerja.. jdi jika nanti walaupun anda udeh memenuhi syarat tpi ga ter usulkan datanya tuk mendapatkan tufung di tahun anggaran 2013 ini mohon bersabar.. mudah2an di tahun yg akan datang ada tambahan kuotanya…

Kesimpulannya Untuk Mendapatkan Tunjangan Fungsional Seorang Guru Harus Memenuhi Syarat berdasarkan hasil Singkronisasi Dapodik :1. Mengajar min 24 Jam 2. Masa Kerja min 6 thn 3. Memiliki NUPTK 4. Masuk Daftar Quota KRITERIA PENERIMA SUBSIDI (STF) Bagi Guru Bukan PNS (GBPNS)

1. Guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) yang masih aktif (GTT/GTY).

2. Memiliki masa kerja sebagai guru secara terus menerus sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun pada 1 Januari 2012 , atau Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2006 dan sebelumnya.

3. Memenuhi kewajiban melaksanakan tugas minimal 24 jam tatap muka per minggu bagi guru atau membimbing 150 peserta didik bagi guru BK yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Pembagian Tugas Mengajar, remidi ataupun ekstrakurikuler tidak diperhitun gkan.

4. Ketentuan 24 jam tatap muka (sesuai PP 74 Tahun 2008) dikecualikan bagi: – Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, mengajar 6 jam tatap muka per minggu atau membimbing 40 peserta didik untuk KS dari guru BK. – Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, mengajar 12 jam tatap muka per minggu atau membimbing 80 peserta didik. – Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Program Keahlian, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala Bengkel/Unit Produksi, mengajar 12 jam tatap muka per minggu.

5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

6. Belum memiliki sertifikat pendidik (belum lulus sertifikasi).

7. Belum memasuki usia pensiun guru (60 tahun).

TUK TAHUN ANGGARAN SKRANG DATA AWALNYA (DATA MENTAHNYA) diambil dari aplikasi pendataan dikdas ini.. proses selanjutnya di usulkan oleh pengelola Aneka TUnjangan di daerah anda masing2..

ITU ATURAN NYA ! DILAPANGAN ???? UNTUK SEKARANG PENGUSULAN TF SUDAH TUTUP !!!

Copas : Kampung Pendataan Didas Prop. Jateng

 

PENDATAAN DIKDAS KEMENDIKBUD TAHUN 2012 KEC TANJUNG KAB BREBES

Dinas pendidikan Kab Brebes telah melakukan sosialisasi Pendataan Pendidikan Dasar (SD/SDLB/, SMP/SMPLB) atau yang populer dengan pendataan by name by address, dasar hukum dari Pendataan Pendidikan Dasar ini adalah Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan.

UPTD Pendidikan Tanjung melaksanakan kegiatan sosialisasi tersebut  kepada 47 Sekolah Dasar dan 6 SMP, dengan mengirimkan satu orang tenaga operator komputer dari masing masing sekolah selama 3 hari. Instruktur yang ditunjuk antara lain

1. SUGIYONO, SPd. ( Kepala SD N Kemurang Wetan 01 )

2. ESKAMTO , S.Pd. ( Kepala SD N Sarireja 02 )

3. SITI MARIA, S.Pd. ( Guru SMP N 1 Tanjung )

TUJUAN

Tujuan pendataan tingkat sekolah adalah untuk memperoleh data secara langsung yang cepat, akurat, valid, lengkap, dapat dipertanggung jawabkan dan termutakhir. Data dari sekolah akan digunakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kab Brebes untuk perencanaan dan evaluasi program pendidikan.

KEGUNAAN

Data yang diperoleh dari sekolah akan digunakan untuk dasar perencanaan, evaluasi dan kebijakan nasional serta dasar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk pemberian bantuan kepada sekolah yang antara lain mencakup program :

  1. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN
  2. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBD
  3. Rehab Ruang Belajar
  4. Dana Alokasi Khusus
  5. Ruang Kelas Baru
  6. Subsidi bagi siswa kurang mampu secara ekonomi
  7. Subsidi/tunjangan bagi guru

JENIS DATA

Ada 3 jenis kelompok utama jenis data yang dikumpulkan dari sekolah, yaitu :

  1. Data Sekolah (F-SEK)
  2. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (F-PTK)
  3. Data Peserta Didik
  4. KONSEKUENSI BAGI SEKOLAH

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kelengkapan data yang akan dikirim oleh sekolah akan menjadi dasar pemberian jenis dan besar bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah kepada masing-masing sekolah. Oleh karena itu sekolah yang tidak mengirimkan data tidak akan dapat dialokasikan segala jenis bantuan kepada sekolah yang bersangkutan, demikian juga data yang tidak akurat akan mengakibatkan ketidak tepatan jenis dan besar bantuan yang diberikan. Sekolah diharuskan memberikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabjan, karena data tersebut akan dijadikan dasar untuk evaluasi dan audit kepada sekolah.

  1. BATAS WAKTU PENGIRIMAN
  2. Pengiriman data TA 2011/2012 ke server kemdikbud paling lambat akhir Sepiember 2012 dan updating data TA 2012/2013 dilakukan pada bulan juli – akhir September 2012.
  3. APLIKASI

Untuk mendapatkan aplikasi Pendataan Pendidikan Dasar ini dapat di unduh pada situs http://infopendataan.dikdas.kemdiknas.go.id

Proges Report Pengiriman Data ke server Rabu 3 Septemper pukul 13.00

SEKOLAH NPSN TANGGAL PENGIRIMAN STATUS
SD NEGERI MUNDU 02 20326161 27/09/2012 12:55 Diterima via aplikasi
SD NEGERI PEJAGAN 01 20326216 30/09/2012 18:42 Cek Konversi
SD NEGERI PEJAGAN 02 20326217 25/09/2012 12:42 Diterima via aplikasi
SD NEGERI PENGARADAN 01 20326235 25/09/2012 14:48 Diterima via aplikasi
SD NEGERI PENGARADAN 02 20326236 30/09/2012 6:03 Diterima via aplikasi
SD NEGERI PENGARADAN 03 20326237 29/09/2012 8:35 Cek Konversi
SD NEGERI KEMURANGWETAN 02 20326266 29/09/2012 7:27 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KEMURANGWETAN 03 20326267 03/10/2012 10:27 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KEMURANGKULON 02 20326293 30/09/2012 3:19 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KEMURANGKULON 01 20326294 30/09/2012 6:51 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KEDAWUNG 01 20326299 25/09/2012 14:28 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KEDAWUNG 02 20326300 02/10/2012 20:38 Diterima via aplikasi
SD NEGERI LEMAHABANG 01 20326351 27/09/2012 12:32 Diterima via aplikasi
SD NEGERI LEMAHABANG 02 20326352 29/09/2012 8:29 Diterima via aplikasi
SD NEGERI LUWUNGBATA 01 20326360 27/09/2012 18:32 Cek Konversi
SD NEGERI LUWUNGBATA 02 20326361 25/09/2012 10:43 Diterima via aplikasi
SD NEGERI LUWUNGGEDE 02 20326365 30/09/2012 18:56 Cek Konversi
SD NEGERI KUBANGPUTAT 02 20326386 29/09/2012 9:27 Cek Konversi
SD NEGERI SIDAKATON 02 20326600 02/10/2012 13:34 Cek Konversi
SD NEGERI SENGON 01 20326651 29/09/2012 9:19 Diterima via aplikasi
SD NEGERI SENGON 03 20326653 27/09/2012 0:06 Diterima via aplikasi
SD NEGERI SENGON 04 20326654 28/09/2012 22:23 Cek Konversi
SD NEGERI SENGON 05 20326655 28/09/2012 17:53 Diterima via aplikasi
SD NEGERI SARIREJA 01 20326672 26/09/2012 9:38 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TENGGULI 01 20326687 30/09/2012 19:16 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TEGONGAN 02 20326689 28/09/2012 9:49 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TEGONGAN 01 20326697 28/09/2012 9:42 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TENGGULI 02 20326698 01/10/2012 1:17 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TANJUNG 01 20326754 29/09/2012 7:40 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TANJUNG 02 20326755 01/10/2012 9:32 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TANJUNG 03 20326756 03/10/2012 6:56 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TANJUNG 04 20326757 29/09/2012 16:37 Diterima via aplikasi
SD NEGERI TANJUNG 06 20326758 29/09/2012 21:01 Cek Konversi
SD NEGERI KARANGREJA 01 20327210 03/10/2012 14:35 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KUBANGPUTAT 01 20338353 03/10/2012 9:03 Diterima via aplikasi
SD NEGERI MUNDU 01 20326150 25/09/2012 10:15 Berhasil Diproses
SD NEGERI PENGARADAN 04 20326238 23/09/2012 12:54 Berhasil Diproses
SD NEGERI KEMURANGWETAN 01 20326265 24/09/2012 10:07 Berhasil Diproses
SD NEGERI KEMURANGWETAN 04 20326268 27/09/2012 7:33 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KRAKAHAN 01 20326336 25/09/2012 10:05 Diterima via aplikasi
SD NEGERI LUWUNGGEDE 01 20326363 01/10/2012 7:52 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KRAKAHAN 02 20326418 23/09/2012 21:11 Berhasil Diproses
SD NEGERI SIDAKATON 01 20326599 25/09/2012 9:56 Berhasil Diproses
SD NEGERI SENGON 02 20326652 29/09/2012 13:04 Diterima via aplikasi
SD NEGERI KARANGREJA 02 20327211 27/09/2012 8:41 Diterima via aplikasi
SD NEGERI DANAREJA 01 20327374 03/10/2012 9:46 Diterima via aplikasi
SD NEGERI SARIREJA 02 20326673 23/09/2012 22:45 Berhasil Diproses
SMP NEGERI 2 TANJUNG 20326506 29/09/2012 21:41 Diterima via aplikasi
SMP NEGERI 4 TANJUNG 20326528 28/09/2012 9:08 Diterima via aplikasi
SMP NEGERI 3 TANJUNG 20326540 29/09/2012 14:33 Cek Konversi
SMP NEGERI 5 SATU ATAP TANJUNG 20338393 29/09/2012 13:20 Diterima via aplikasi
SMP TERBUKA TANJUNG 20388378 29/09/2012 22:05 Cek Konversi
SMP NEGERI 1 TANJUNG 20326543 02/10/2012 10:36 Diterima via aplikas

PERANAN TEKHNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Pengaruh globalisasi semakin terasa dengan semakin banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk seperti elektronik maupun non elektronik seperti surat kabar, majalah, radio. TV, telepon, fax, komputer, internet, satelit komunikasi dan sebagainya. Teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang cenderung akan  mempengaruhi segenap bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan yang akan semakin banyak diwarnai oleh oleh teknologi  komunikasi dan informasi. Secara khusus untuk pendidikan dan pelatihan akan dirasakan adanya kecenderungan : (a) bergesernya pendidikan dan pelatihan dari sistem berorientasi pada guru/dosen/lembaga ke sistem yang berorientasi pada siswa/mahasiswa/peserta didik. (b) tumbuh dan makin memasyarakatnya pendidikan terbuka/jarak jauh. (c) semakin banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia. (d) diperlukannya standar kualitas global dalam rangka persaingan global dan (e) semakin diperlukannya pendidikan sepanjang hayat (life long learning).

Dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.

1.2.  Tujuan Penulisan Makalah 

 

 Makalah ini ditulis dengan beberapa tujuan sebagai berikut :

  1. Mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di   bidang pendidikan;
    1. Mengetahui dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan;

 

1.3.          Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Apakah yang dimaksud dengan Tekhnologi Informasi ?
  2. Bagaimana peranan guru dalam tekhnologi informasi ?
  3. Bagaiamana pernanan tekhnologi informasi dalam pendidikan ?
  4. Apa manfaat dan dampak dari tekhnologi informasi

 

 

 

 

 

BAB 2

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

 

2.1  Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6).

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Arti teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman. 

Membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi.  Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi  atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. 

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.

Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.

2.2.Peranan Guru dalam Pembelajaran TIK

Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online, dll.

Jika kita bercermin ke negara lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal. Peran pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat menyamaratakan perkembangan teknologi informasi disemua daerah di negara ini. Pemerintah diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.

Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor  yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu:

  1. Siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru.
  2. Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru.
  3. Guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.

2.3.Peranan TIK dalam Bidang Pendidikan (e-education)

Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era informasi-ekonomi (digital-economic) dengan cirri khas perdagangan yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategis pembangunan masyarakat dunia dari era industri menuju informasi.

Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education

Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia pada masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan TIK sebagai berikut :

  1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan cara belajar jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasuka sebagai setrategi utama pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet secara maksimal dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
  2. Terjadinya sharing resource (berbagi sumber daya) antara lembaga pendidikan dan pelatihan .
  3. Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya misalnya guru dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator bukannya sumber informasi.
  4. Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.

Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori sekolah, para pakar dapat melalukan perkuliahan secara online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet serta melakukan marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih efisien.Disamping itu kita dapat merancang program artificial intelegence untuk membuat sebuah model rencana pengajaran.

Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.

Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan mahasiswa juga terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para mahasiswa dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan baik.

Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.

 

2.4.Manfaat dan Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orang lain. Penggunaan Informasi dapat berdampak buruk dan baik. Dampak baiknya kita memperoleh banyak informasi dari teknologi yang canggih yang banyak bermunculan belakangan ini. Dampak buruknya mungkin ada orang lain yang salah mengartikan arti teknologi.

 

Dampak positif dan negatif pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi antara lain:
A. Manfaat TIK antara lain :

  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan
  2. Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.
  3. Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
  4. Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet.
  5. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  6. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  7. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

B. Dampak Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 

  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).

 

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1.  Simpulan

Tuntutan pembelajaran di masa yang akan datang harus bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multi disipliner serta terkait pada produktifitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan  mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang dan  waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikanDewasa ini banyak dampak-dampak yang terjadi akibat semakin berkembangnya IT didalam negeri ini. Memang perkembangan IT jika disikapi secara positif mampu memberikan dampak yang positif dan apabila disikapi secara negatif dapat memberikan dampak negatif pula.

Dunia internet misalnya, merupakan sebuah perpustakaan maya terbesar di dunia. hampir semua yang ingin kita cari ada di internet. Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami

 

 

3.2  Saran

Beberapa saran yang dapat dikemukakan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK sebagai berikut.

  1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan pendidikan yang makin kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi.
  2. Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
  3. Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui  pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
  4. Standarisasi mutu penyelenggaran pendidikan berbasis TIK perlu ditindaklanjuti dengan standarisasi konten untuk menjamin kualitas, aksesibilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Munir. (2008). Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Bandung, Penerbit: Universitas Pendidikan Indonesia.

____Pengertian teknologi informasi dan komunikasi dikutip dari    

http://staff.blog.ui.ac.id/harrybs/2009/04/21/perkembangan-tik-di-bidang-pendidikan-di- indonesia/  diakses tanggal 02 Desember 2011

____Dampak dari teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan dikutip darihttp://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/ diakses tanggal 02 Desember 2011

 Gambar

Kesempatan pertama untuk belajar menjadi seorang pemimpin …..

Bulan Juni 2011, ada  kesempatan mengikuti tes untuk menjadi kepala sekolah setelah mengabdi sebelas tahun menjadi guru PNS. Ku jalani saja sesuai aturan yang telah ditetapkan, dari tahap seleksi portofolio di UPTD Pendidikan Kec Tanjung, dan tahap selanjutnya test tertulis dan wawancara di tingkat Kabupaten Brebes. Dan akhirnya mendapatkan sesuatu yang biasa ketika mendapat kabar jika lolos tes untuk peringkat ke 3 dan tak lama lagi diangkat menjadi kepala sekolah. Sejenak pun terlintas  dalam pemikiran tak ada yang istimewa dengan jabatan kepala sekolah ini.

Akhirnya kesempatan itu datang. Setelah delapan bulan menunggu, akhirnya mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah, yang secara resmi dilantik oleh Bupati Brebes pada 14 Maret 2012 . Bupati merekomendasikan untuk menjabat Kepala Sekolah di SD N Kemurang Wetan 01 Kec.Tanjung, menggantikan Daan,S.Pd. yang telah menjabat dua periode. Ternyata merupakan Kepala Sekolah termuda, yang juga baru mempunyai masa kerja 11 tahun, dengan tempat tugas di sekolah dengan jumlah siswa 358 anak , Guru PNS sebanyak 9 orang, GTT sebanyak 4 orang dan 1 orang PTT, namun dengan profil sekolah yang sudah tertata dan terorganisasi sebelumnya ini, tidak  akan menyurutkan langkah dan niat untuk memimpin sebuah sekolah untuk memajukan pendidikan yang lebih baik..

Sewaktu perpisahan di SD N Sengon 02 , teman-teman satu  sekolah mendoakan kami, sambil menyalami mengucapkan selamat dan mereka pun bertanya: “Sudah siap lahir batin Pak?” “Anda beruntung Pak, anda lolos seleksi tahap-tahap akhir”. Kamipun tak kuasa menahan haru, “Terima kasih Bu. Ini semua karena doa dan motivasi dari Bapak Ibu semuanya !”.

Akhirnya jabatan ini kujalani seperti hari – hari biasanya, harus menjalani rutinas sebagai kepala sekolah di daerah timur kota, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Menyusuri jalanan di sepanjang tol Pejagan Tanjung.

Dipenghujung akhir tahun pelajaran , saya pun harus melihat siswa siswa di sekolah tempat tugas yang baru ini, ternyata ada siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah ke SMP/MTs. Orang miskin jangan dilarang sekolah, tapi sekolahkanlah! Sejenak ku bayangkan jika anak – anak manusia yang miskin dan ingusan itu memiliki pengetahuan yang lebih sebagai bekal untuk menggapai mimpinya. Cukup indah. Tapi jika semua sekolah digratiskan apakah semua fasilitas sekolah di seluruh negeri ini sama dan seragam? Anak SD pun saya pikir sudah bisa menjawab.

Untuk sekolah di kota besar memang cukup mampu menyelenggarakan program sekolah gratis, aku lihat fasilitas yang mereka miliki sudah cukup mendukung. Lalu bagaimana nasib sekolah pinggiran yang fasilitasnya masih serba pas – pasan? Tidak akan jadi masalah bagiku mengenai wacana sekolah gratis dan aku pun justru bahagia jika pemerintah tidak berat sebelah dan menyamaratakan perhatiannya kepada semua sekolah terlebih dulu sebelum merealisasikan program sekolah gratis.

Sebenarnya sejak dulu program – program dari pemerintah di bidang pendidikan untuk anak miskin sudah ada, bahkan sekolahku juga dipenuhi siswa dari kelas menengah ke bawah. Sewaktu menjadi guru, Aku juga pernah masuk ke ujung desa untuk membujuk siswaku untuk mengikuti ujian nasional, ia putus asa karena setelah dipikir meskipun sekolah pun tak akan menjamin masa depannya akan lebih baik, tetap saja hidupnya miskin dan lebih baik ia membantu bekerja orang tuanya dengan menggembala kambing.

Baginya sekolah bukan suatu kebutuhan yang penting. Juga soal prestasi menjadi sesuatu yang biasa jika sekolahku kalah bersaing dengan sekolah kota. Siswa – siwa yang cerdas dan mampu secara ekonomi pasti larinya ke sekolah kota yang lebih bergengsi dan menjamin prestasi mereka.

Bukan penyebab jika sekolahku tak kunjung berprestasi. Sudah menjadi kewajibanku membangun sekolah yang ku pimpin ke arah yang lebih baik. Tanggung jawabku sebagai kepala sekolah memang tidak main – main. Di satu sisi masyarakat menuntut haknya di bidang pendidikan yang cukup penting agar tidak selalu dibodohi oleh orang – orang pintar yang rakus.

Paradigma Baru Penyiapan Calon Kepala Sekolah di Kab Brebes tahun 2011

Permendiknas no 28 tahun 2010 adalah paradigma baru penyiapan calon kepala sekolah lebih berkualitas. Peraturan ini ditetapkan tanggal 27 Oktober 2010. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. Yang menjadi permasalahan adalah bersediakah raja-raja kecil meng”INSERT”kan isi peraturan ini ke dalam peraturan daerah yang dipatuhi?

Di pertengahan tahun 2011 ini Kabupaten Brebes telah melaksanakan rekrutmen kepala sekolah yang akan disertai Sertifikat Kepala Sekolah, dengan mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah, pada 17 – 21 Oktober 2011 bagi 80 orang calon Kepala Sekolah untuk angkatan I dan angkatan II.

Dari 19 guru dari  UPTD Pendidikan Kec Tanjung yang lolos seleksi calon kepala sekolah yang diselenggarakan pada pertengahan juli, terdapat 7 calon Kepala Sekolah yang dinyatakan mengikuti pendidikan dan pelatihan , yaitu :

  1. Ani Yuliastuti, S.Pd. ( SD Negeri Sengon 02 )
  2. Heri Budiarso, S.Pd. ( SD Negeri Pejagan 01 )
  3. Sugiyono, S.Pd. ( SD Negeri Sengon 02 )
  4. Wartim, S.Pd.SD (SD Negeri Lemahabang 02  )
  5. Umrotun, S.Pd.SD (SD Negeri Sengon 02 )
  6. Zein Rofik, S.Pd. (SD Negeri Tanjung 02 )
  7. Tarjuki, S.Pd.SD (SD Negeri Sarireja 02 )

 

Materi Diklat dapat didownload di :

1. KTSP Berkarakter

2. Instrumen Lembar Evaluasi Diri Sekolah ( EDS )

Jika seorang guru direkrut tanpa sertifikat dan diklat alias melalui proses  sim salabim seperti dalam atraksi sulap, barangkali tidak salah jika ada sebagian orang yang mempertanyakan akan kewenangan dan kelayakan yang bersangkutan. Dengan adanya ketentuan ini,  maka ke depannya diharapkan tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti  ini sehingga  sekolah benar-benar  dapat dipimpin oleh orang yang layak dan teruji. Hal ini sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional 2010-2014 yaitu terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan indonesia yang cerdas komprehensif. Semoga.

Akhirnya bisa menuntut ilmu di Kampus Konservasi Unnes Semarang

Sewaktu test di Pasca Sarjana SPMU Unnes,  saya kagum dengan peserta yang didominasi anak muda,  bahwa di usia yang masih muda, masih ada kemauan  yang kuat untuk belajar lagi, belajar lebih tinggi, menggali ilmu lebih dalam lagi. Ternyata saya pun belum terlambat untuk bersama mereka untuk belajar lagi, bisa kembali menekuni dunia akademik, berkutat dengan buku dan penelitian, mengeksplorasi lebih jauh ide dan peristiwa, bersama beberapa teman akhirnya masuk juga di Manajemen Pendidikan  Universitas Negeri Semarang.

Tadinya hanya sebuah angan angan karena dahulu hanya bisa menyelesaikan sarjan ( s1 ) di perguruan tinggi swasta, dan sering berkunjung ke Unnes hanya untuk acara mengantar wisuda beberapa teman.

Melihat perkembangan dan tuntutan dunia pendidikan, akhirnya semangat belajar tumbuh lagi, apalagi melihat mahasiswa baru yang didominasi anak anak muda berbakat. Akan tetapi, saya juga bertanya-tanya,  apa sih motivasi anak anak muda yang  mengambil pasca sarjana? Ternyata ada beragam motivasi ketika seseorang memutuskan kuliah lagi. Berikut di antaranya:

1) Memang masih ingin belajar lagi.
2) Masih ingin  tinggal di perantauan ( kost ) lebih lama.
3) Masih menganggur belum kerja dan kebetulan uang berlebih ada.
4) Gelar, titel di belakang nama.
5) Gengsi, jadi bahan omongan pas arisan.
6) Perbaikan karir, naik pangkat, naik tunjangan, naik pendapatan.
7) Dipaksa Disuruh ortu
8 ) Investasi jangka panjang
9) Mau jadi prosesor professor

Ternyata beragam juga alasannya. Akan tetapi, yang pasti, motivasi apapun, masih selayaknya kita dukung kita motivasi, setidaknya selama gelar S2 yang kelak kita sandang itu dapat memberi manfaat bagi keluarga , pekerjaan, dan orang lain.

Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam ke -14 di UPTD Pendidikan Kec.Tanjung tahun 2011

Sebanyak 419 siswa SD meriahkan lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan seni Islami (MAPSI) tingkat kecamatan Tanjung  yang diselenggarakan di kompleks SD N Sengon 02 dan SDN Sengon 03 yang diselenggarakan Sabtu 28 Mei 2011.

Siswa-sisiwi terbaik diikutsertakan pada dua bidang seni, yang terbagi ke dalam delapan cabang lomba, yaitu bidang pendidikan agama islam (PAI) yang meliputi, pengetahuan PAI, baca tulis alqur’an, muratil qur’an, dan praktek sholat fardhu. Sementara bidang seni islami, meliputi seni takhsinul khot khuruf alqur’an dan kaligrafi, pidato atau khtobah, seni musik rebana, dan seni macapat islami. Khusus untuk seni rebana setiap kelompok beranggotakan antara 9 hingga 11 anak.  Dan peserta yang nanti menyandang nilai terbaik, akan mewakili Kecamatan Tanjung  pada mapsi tingkat kabupaten Brebes pada tahun 2011 mendatang.

   

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung, Hj. Khariroh, S.Pd, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mapsi, yang disebut sebagai wahana menguji kreatifitas pelajar pada bidang studi dan seni/budaya Islam. “Kegiatan ini diharapkan menggugah sanubari kita dalam memberikan dukungan terhadap anak didik, agar kesenian islami tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Ketua Kelompok Kerja guru (KKG) PAI sekaligus Wakil Ketua Panitia Penyelenggara M. Toha , S.Ag menjelaskan, Kegiatan Mapsi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik di bidang pengetahuan dan pengamalan pendidikan agama islam agar dapat meningkatkan ketaqwaan serta apresiasi seni islam bagi peserta didik sekolah dasar. “di zaman globalisasi seperti sekarang ini, menuntut perhatian kita khususnya para pendidik. Untuk lebih mengoptimalkan upaya membimbing serta mengarahkan mental dan moral anak didik kearah kehidupan yang lebih islami,” katanya.

Kegiatan ini sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pelaksanaan pendidikan Agama Islam dan juga sebagai tolok ukur penerapan kurikulum muatan lokal BTQ SD dan keberhasilan pelaksaaan program BTQ SD di Kecamatan Tanjung.  Dengan lomba Mapsi ini di harapkan dapat menumbuhkan rasa cinta seni islami pada diri siswa dan menumbuhkan persatuan dan kesatuan antar peserta didik sekolah dasar.

Kepala UPTD Pendidikan Kec Tanjung, Hj Khariroh,S.Pd.,M.Pd., berharap lomba Mapsi SD tingkat kecamatan ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, karena tahun 2011 Kecamatan Tanjung akan dijadikan tuan rumah lomba Mapsi tingkat Kabupaten Brebes.  “Kami sangat berharap di tahun 2011 nanti Dinas Pendidikan Kab Brebes dapat meninjau kembali keputusannya agar tidak ditempatkan di Kecamatan Tanjung, disebabkan baru saja menjadi penyelenggara Lomba Siswa Teladan SD SMP bulan kemaren,” ungkapnya.

Sementara, terlihat para siswa-siswi yang menjadi peserta lomba sangat antusias mengikuti perlombaan tersebut, seperti salah satu peserta Rebana IZZATUL ISLAM dari SD N Sengon 02 yang baru tampil untuk pertama kalinya  pada tahun ini, dan meraih peringkat III,  anak anak yang menjadi penabuh rebana dalam lomba tersebut mengatakan, sangat senang dengan perlombaan mapsi ini. Demikian juga Khalimatus Sa’diyah yang akhirnya harus berada di peringkat II untuk Macapat Islami Putri karena skor nilai yang didapat sama, walaupun siswa ini pada tahun 2010 menempati peringkat I. Semoga untuk peserta MAPSI yang lainnya masih bisa berprestasi  dibidsang lainnya dengan mengaktualisasikan pembelajarannya di sekolahnya dan mampu menunjukan bakatnya di hadapan teman-teman lainnya.