PENGUMUMAN SERTIFIKASI GURU RAYON 12 UNNES KUOTA 2008

28 01 2009

MOHON PERHATIAN !

BERITA DALAM BLOG INI BUKAN PUBLIKASI RESMI PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 12 UNNES

BLOG ini cuma sekedar membantu peserta yang saat ini sedang menunggu-nunggu hasil PLPG sertifikasi guru kuota 2008 Unnes rayon 12, tanpa menambah dan tanpa mengurangi berita aslinya. Bapak dan ibu guru yang saya cintai,… saya pengin mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu yang telah lolos sertifikasi baik yang langsung lulus atau rela mengikuti program PLPG.

Pengumuman dapat dilihat di TKP langsung di portal di bawah ini :

PORTAL : http//:portofolioguru.unnes. ac. id,


berita


JADWAL UPACARA

Tanggal Kirim: 28-01-09
Waktu Kirim: 11:11:51

Diberitahukan dengan hormat, bahwa upacara penyerahan sertifikat pendidik bagi guru depag dan diknas Rayon 12 Universitas Negeri Semarang kuota th 2008 akan segera dilaksanakan. Adapun jadwal  dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Catatan:

  1. Ketentuan Pakaian Bagi Penerima Sertifikat Pendidik:
    1. Laki-laki: berpakaian celana hitam,kemeja putih, berdasi hitam
    2. Perempuan: berpakaian Rok/bawahan hitam, kemeja putih, berdasi hitam.
  2. Penerima Sertifikat Pendidik dimohon hadir 45 menit sebelum dimulai untuk persiapan upacara.

Demikian pemberitahuan kami. Atas perhatian kami ucapkan terimakasih.

Semarang, 27 Januari 2009
Ketua Pelaksana PSG

Dr. Sugiyo, M.Si

KOTA/KABUPATEN KUOTA DEPAG JUMLAH WAKTU/TEMPAT PELAKSANAAN


1

2

Kota Tegal

BREBES


63

14

116

14

179

Rabu, 4 February 2009

Jam 13.00


3 Kab. Tegal 121 121 Gedung Islamic Center


Sub Jumlah 63 251 314 Jl. Yos Sudarso No. 35 Brebes


4 Kab.Pekalongan 24 45 69 Senin, 2 Februari 2009
5 Kab. Pemalang 5 56 61 Jam 13.00
6 Kota Pekalongan 29 29 di Gedung Serbaguna
7 Kab. Batang 28 28 Jl. Jenderal Sudirman
Sub Jumlah 29 158 187 Timur (Depan Polres) Kab. Pemalang
8 Kota Semarang 153 80 233 Sabtu, 31 Januari 2009
9 Kab. Kendal 1 58 59 ( 9.00 S.D 11.00 )
10 Kota Salatiga 14 14 di Auditorium Unnes
Sub Jumlah 154 152 306 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang
11 Kab. Semarang 46 46 Sabtu, 31 Januari 2009
12 Kab. Demak 46 162 208 ( 13.00 S.D 15.00 )
13 Kab. Grobogan 1 135 136 di Auditorium Unnes
Sub Jumlah 47 343 390 Kampus Sekaran
Gunungpati Semarang
14 Kab. Wonosobo 27 27 Sabtu, 7 Februari 2009
Sub Jumlah 27 27 Jam 14.00
di Gedung KORPRI
(Depan Kantor DPRD)
Kab. Wonosobo
15 Kab. Rembang 3 68 71 Kamis, 5 Februari 2009
16 Kab. Blora 20 46 66 Jam 13.00
17 kab. Jepara 13 81 94 Di Gedung Haji
18 Kab. Kudus 89 89 MT Haryono Jepara
19 Kab. Pati 55 98 153 (Sebelah Terminal)
Sub Jumlah 91 382 473 Kab. Jepara
Jumlah 384 1313 6169

UNDANGAN PESERTA SERTIFIKASI GURU KUOTA 2008

KABUPATEN BREBES

Diberitahukan bahwa berdasarkan surat Kepala Dinas Pendidikan Kab.Brebes nomor 800/0118/2009 tanggal 22 Januari 2009, maka pengambilan sertifikat pendidik bagi peserta sertifikasi tahun 2008 untuk peserta hasil PLPG dan kuota tambahan 2008 pada :

Hari : Rabu, 4 Februari 2009

Pukul : 13.00 wib

Tempat : Gedung Islamic Center Brebes

Selamat bagi Bapak / ibu guru yang akan segera menerima sertifikat pendidik, tinggal menunggu pemberkasan pengusulan dan akhirnya pencairan.

Saudara dan teman – teman terdekat kami :

1. Widodo, S.Pd. ( SD Luwunggede 02)

2. Tulus Widodo, S.Pd. ( SD Luwunggede 01 )

3. Siti Maeni , S.Pd. ( SD Sengon 02 )

4. Slamet Widodo, S.Pd. ( SD Tanjung 06 )

5. Rokhmad, S.Pd. ( SD Limbangan 03 )

6. Suparno , S.Pd. ( SD Limbangan 04 )





Baru dibangun, kok ambruk ya…..

25 01 2009

Semoga kejadian ini tidak terulang. Jumat pagi 23 Januari 2009, lagi enak- enaknya menikmati teh pagi, terdengar sebuah berita mengejutkan dari sebuah stasiun televisi swasta.

Betapa tidak , karena admin juga teringat padepokan tercinta yang juga mempunyai 3 ruang kelas beratap seng, yang baru akan mendapatkan dana bangunan dari DAK yang bersumber dari APBN pada tahun anggaran 2009, sebesar 140 juta.

Kejadian tersebut ternyata menimpa sebuah sekolah yang berjarak 5 km di kecamatan tetangga, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Ketanggungan, Kabupaten Brebes . Atap tiga ruang kelas ambruk, Rabu malam (21/1). Bangunan itu baru selesai dikerjakan empat bulan lalu. Padahal, tidak ada hujan dan angin tiba-tiba atap ruang kelas ambruk

Dalam kejadian itu, tiga pekerja bangunan yang beristirahat di dalam ruang kelas tertimpa reruntuhan. Namun, ketiganya tidak mengalami luka. Atap bangunan di lantai dua itu terlihat ambles, sementara kerangka atapnya melengkung. Hingga kemarin, reruntuhan atap belum dibersihkan karena kondisi bangunan masih mengkhwatirkan. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar siswa tetap berjalan normal.
Tiga ruang kelas itu dibangun mulai Juni 2008 dan selesai dikerjakan September 2008. Meski sudah selesai, tetapi tiga ruang itu belum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Siswa hingga kini masih menggunakan bangunan lama.

Ternyata, pembangunan tiga ruang kelas itu telah menghabiskan dana Rp 375 juta dari bantuan APBN.





Pelatihan Replikasi MBS di Cabang Dinas P dan K Kec.Tanjung

25 01 2009

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah serta kepedulian masyarakat terhadap pendidikan , maka Dinas P dan K Kab Brebes secara serentak mengadakan pelatihan Replikasi MBS di seluruh Cabang Dinas P dan K Kecamatan, pada tanggal 19-21 January 2009. Kegiatan ini mendapatkan biaya melalui APBD II tahun anggaran 2008

Untuk Cabang Dinas P dan K Kec Tanjung diikuti oleh 14 SD dan 1 sekolah MI. Setiap sekolah mengirimkan 5 orang terdiri dari Kepala Sekolah, ketua komite, guru kelas I,III,dan VI. Salah satu peserta pelatihan ini adalah SD N Sengon 02 sebagai peserta tahap II dalam tahun 2009.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas P dan k Kec. Tanjung, Hj.Khariroh,S.Pd.,M.Pd. dan dihadiri oleh pengawas TK/ SD, dan pengurus PKG Kec. Tanjung. Kegiatan ini dipandu oleh Pengawas TK/SD kec tanjung, Kepala sekolah dan guru yang sudah bersertifikat TOT sebagai fasilitator.

Dalam pidato sambutan pembukaan, Kepala Cabang Dinas p dan K Kec Tanjung, mengemukakan bahwa tujuan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan SD melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), Partisipasi Masyarakat (PM). Diharapkan program ini menghasilkan satu model praktik pendidikan yang baik, yang dapat direplikasi dan diperluas.

Pada pelatihan MBS ini baik fasilitator maupun peserta benar-benar merasakan pelatihan yang paling berat sekaligus paling mengena dan menantang. Hal ini karena materi yang diberikan selain menyenangkan juga menguras pikiran.

Sebagai materi yang menantang terdapat pada contoh pembelajaran tematik oleh Edi Rahno ,S.Pd. ( Kepala SD Tanjung 06, “terima kasih ya pak promosi iklan untuk blog ini “ ) dan model pembelajaran kelas tinggi oleh Zein Rofiq, S.Pd. ( Guru SD Tanjung 02 , terima kasih juga, saya sudah dijadikan murid rangking 1 di kelas 5). Model pembelajarannya matematikanya bagus, walaupun saya dibuat berpanas-panasan di lapangan.

Selain itu, hal yang paling dirasakan adalah sangat membantu sekolah dalam menyusun RAPBS. Peserta banyak mendapatkan berbagai ke-trampilan dan kemampuan yang terkait dengan penyusunan KTSP.

Pada pelatihan ini diakhiri dengan praktek mengajar oleh peserta guru yang mengaku masih saudara dengan Barac obama ( mirip juga lho, cuma beda nasib )

Akhirnya dalam kegiatan ini diharapkan seorang guru dapat merefleksikan kembali makna belajar, menyusun perencanaan pembelajaran tematis dan lain-lain.

( Terimakasih upload …….)

Pelatihan MBS Tanjung

MBS Tanjung





Nasib Baik Guru saat ini …..

11 01 2009

NASIB GURU BERUMUR 50 TH KE ATAS

( BISA MENDAPATKAN SERTIFIKASI PROFESI PENDIDIK WALAUPUN  BELUM S1 / D4 )

Presiden RI kembali meniupkan angin surga bagi guru. Setelah menaikkan tunjangan fungsional kini Presiden RI telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2009 tentang guru yang belum S-1 atau D-4 bagi yang berumur 50 Tahun ke atas dan telah mengabdi minimal 20 tahun pada 1 Januari tahun 2009 bisa mengikuti uji kompetensi. Kelulusannya sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi pendidik guru yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok.
Selamat, selamat, selamat!!!!

Bagi yang berminat, selamat menunggu giliran !


BERHENTINYA TUNJANGAN PROFESI PENDIDIK BAGI YANG SUDAH BERSERTIFIKASI

Kalau ada yang berani membuat berhenti rezeki guru, maka akan ada guru yang juga berani membuat berhenti napas si orang  itu. Sebab, rezeki yang diperoleh guru dari perjuangannya lulus sertifikasi guru dalam jabatan berupa tunjangan profesi pendidik, akan sangat berarti bagi keseluruhan kinerjanya dan kesejahteraan keluarganya.

Informasi kualitas bukan buat menakut-nakuti, tetapi memotivasi. Memang, keprofesionalan bukan langsung jadi dengan hanya sekedar selembar surat keterangan, yang bernama serifikat profesi pendidik. Sebab, sertifikat hanya masukan, maka proseslah yang paling menentukan bentuk keluaran sebuah keprofesionalan itu.

Masyarakat, teman sejawat, atasan langsung, bahkan siswa pun akan dapat menilai kinerja guru yang sudah bersertifikasi .

Nah, bapak ibu guru yang telah memperoleh sertikat profesi pendidik dan telah menerima tunjangan profesi pendidik, bagaimana kalau ayat(1) atau ayat(2) Permendiknas 36/2007 Pasal 6, tiba-tiba terjadi pada diri  Anda? Ini berarti anda berhenti atau dihentikan tunjangan profesi anda !

open link with : masedlolur ( warog ponorogo )






Sertifikasi bagi Pengawas Sekolah

7 01 2009

Mulai tahun ini, pengawas sekolah akan menjalani proses sertifikasi profesi. hal ini untuk meningkatkan kompetensi, guna membentuk pengawas yang profesional dan bermartabat.

Sertifikasi pengawas sekolah mewajibkan pendidikan serendah rendahnya S2 bagi pengawas SMP, SMA/MA/SMK, serta serendah rendahnya mempunyai kualifikasi akademik setara S1 untuk Pengawas TK/ SD, dengan penmgalaman sebagai guru sedikitnya 8 tahun atau 4 tahun sebagai kepala sekolah. Peserta sertifikasi ini juga akan mendapatkan tunjangan fungsional sebesar satu kali gaji.

Pengawas sekolah mestinya memiliki kompetensi  dalam hal kepribadian, supervisi manajerial dan akademik, evaluasi pendidikan, pengembangan dan penelitian serta kegiatan sosial.

Pengawas sekolah inilah yang nantinya akan mengawal alokasi dana pendidikan di sekolah yang telah disusun dalam RAPBS. Selain itu juga akan mengevaluasi hasil Ujian Nasional ( UN ) siswa yang berada di ruang lingkup pengawasannya.

Melihat kenyataan ini, lengkap sudah peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, mulai guru, keopala sekolah, pengawas melalui sertifikasi pendidik. Kita tunggu hasilnya nanti…….