Arsip Kategori: 1

Perbedaan Besarnya Tunjangan Sertifikasiku……..

OemarBakrieAkhirnya, saya sampaikan selamat kepada mereka yang telah dinyatakan lulus langsung  dan selamat bagi yang lulus secara tertulis dari MPLPG, bagi peserta sertifikasi kuota 2009 baik bagi Guru dan Pengawas dalam Jabatan. Dalam pemahaman saya, mereka yang dinyatakan lulus langsung atau pun harus melalui pelatihan (MPLG) pada dasarnya tetap sama baiknya, keduanya memiliki nilai positif masing-masing.

Lebih dari itu, kita berharap semoga para peserta yang telah dinyatakan lulus tersertifikasi tidak harus berlama-lama lagi menanti hak-hak yang semestinya diterima dan bersamaan itu pula, semoga kinerja para guru dan pengawas sekolah yang telah tersertifikasi ini dapat semakin meningkat, guna tercapainya mutu pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Minimnya refferensi Informasi Tunjangan Sertifikasi Guru di Jawa Tengah khususnya rayon12 Unnes, membuat kewalahan para guru di Jawa Tengah untuk memperoleh Informasi tentang tunjangan sertifikasi, mulai dari proses penerimaan berkas sertifikasi, proses diklat hingga info pencairan tunjangan setifikasi guru untuk wilayah Jateng.

Dalam hal ini, saya yang termasuk dalam peserta sertifikasi guru kuota tahun 2008, merasa bahwa mengenai pencairan tunjangan sertifikasi guru yang tertulis di SK Sertifikasi yang diterbitkan Ditjen PNUPTK, masih terkesan “kurang jelas” karena beberapa point di bawah ini:

  1. Jadwal pencairan rapelan tunjangan sertifikasi guru tidak dapat dipastikan, baik mengenai kapan uang akan dikirmkan ke rekening masing-masing guru maupun jumlah penghitungan besaran tunjangan yang dibayarkan kepada setiap guru yang dinyatakan lulus uji sertifikasi sebagai syarat “layak mengajar” dan “guru professional”.
  2. Besarnya tunjangan yang tercantum untuk seorang guru dengan TMT yang sama ,pangkat dan golongan yang sama, ternyata besarnya berbeda-beda
  3. Proses keluarnya SK Sertifikasi yang tidak bersamaan , dengan tidak adanya criteria tertentu, juga mengakibatkan cairnya tunjangan pada setiap peserta juga tidak bersamaan

Dari berbagai masalah tersebut , yang paling penting adalah terjadinya perbedaan besarnya tunjangan dari guru yang ber TMT dan berpangkat golongan sama. Saya memang berniat mengadukan sekaligus mempertanyakan permasalahan besaran tunjangan sertifikasi guru ini, namun mereka mengaku bingung harus bertanya dan mengadu kepada pihak mana, karena pihak Dinas Pendidikan sendiri mengaku tidak mengetahui kapan dan bagaimana prosedur penetepan besaran tunjangan sertifikasi akan diberikan.

Wajar jika BPKP merasa untuk mengaudit kembali berkas portofolio yang telah dikumpulkan, dan besarnya tunjangan yang diterima beserta berkas adminitrasi  pengugusulan pembayarannya.

Namun dengan kenyataan yang ada, patut kiranya jika  dengan nominal “seadanya”  saya tetap bersyukur bahwa ternyata tunjangan sertifikasi semoga bukan hanya “isapan jempol” semata.

Lewat postingan ini, bagi rekan guru yang baru akan mengurus tunjangan sertifikasi untuk lebih berhari-hati dan wasapada pada beberapa point di bawah ini:

  1. Perhatikan petugas pengurusan berkas sertifikasi yang ditetapkan Dinas Pendidikan setempat, mulai dari pengumpulan berkas portofolio, pengurusan SK inpassing, dan NUPTK, pemeberkasan adminitarsi pengusulan SK sertifikasi. Pastikan bahwa petugas benar-benar memiliki kewenangan untuk mengurus pemberkasan (demi mencegah maraknya “calo” dan praktek pungli dari “demam sertifikasi guru” yang terjadi)
  2. Jika Anda dinyakan belum lulus pada tahap pertama dan diwajibkan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan) Diklat Sertifikasi Guru maka jangan mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya Diklat tersebut karena semuanya telah digratiskan oleh Pemerintah Pusat.

Semoga bermanfaat,

Ilmuku yang Tidak Terpakai…..

( Sebuah tulisan dari rekan aktivis seni di Tanjung Brebes, nama dan alamat terdapat pada admin )


aktivis seni

Setiap tahun aku diperintahkan oleh Dinas P dan K Kecamatan Tanjung ( sekarang UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung ) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mengikuti Pelatihan Seni Lukis tingkat kabupaten. Setiap tahun pula aku mendapatkan ilmu seni lukis yang sangat berguna dan selalu berkembang. Sebagai bukti aku sudah mengantongi beberapa sertifikat hasil pelatihan seni lukis. Alhamdulillah aku sudah menularkan ilmuku kepada rekan-rekan guru SD se Kecamatan Tanjung.

Walaupun tetap saja ada yang tidak hadir pada penularan hasil pelatihanku. Termasuk rekanku yang selalu bertentangan pendapat dalam hal penilaian lomba seni lukis tingkat kecamatan. Setiap aku dan rekanku tersebut ditunjuk menjadi juri hampir dipastikan selalu mengalami silang pendapat dalam memutuskan siapa pemenangnya.

Seperti contohnya, kemarin pada tanggal 29 April 2009 diselenggarakan Lomba Kreativitas Seni Lukis Tingkat Kecamatan Tanjung, ketika menentukan juara I “beliau” memilih lukisan yang belum selesai diwarnai. Aku tersentak dan langsung bereaksi mengingatkanya bahwa kenindahan sebuah karya seni lukis faktor utamanya adalah pewarnaan yang maksimal, sempurna, dan harmonis. Tapi “beliau” berkilah bahwa pewarnaan bukan faktor utama. Menurut “beliau” yang utama adalah faktor perspektif. “Beliau” tidak tahu bahwa usia anak SD sebenarnya jangan dicekoki teknik perspektif dulu. Sifat anak masih lugu belum mengerti hukum perspektif, sehingga menurut saya “beliau” telah salah dalam memberikan penilaian terhadap karya lukis anak.

Sungguh tidak masuk di akal, banyak lukisan siswa yang menurutku bagus sekali, penuh warna keindahan, enak dilihat, tapi cukup dikalahkan oleh sebuah lukisan yang tidak sempurna, tidak punya keindahan warna dan tidak enak dilihat. Ternyata itu adalah hasil karya siswanya sendiri yang menurut “beliau” paling bagus, paling hebat, dan paling menarik. Hasil dari didikan “beliau” sendiri bukan dari ilmu yang seharusnya ( sesuai usia anak SD ). Mungkin “beliau” merasa gengsi bila menimba ilmu dari pelatihan seni lukis yang ku dapatkan dengan biaya dari UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung. Herannya lagi justru lukisan yang tidak sempurna itu didukung oleh beberapa panitia yang telah mengirimku ke Pelatihan Seni Lukis tingkat Kabupaten Brebes.

Kepala SD di Ke. Tanjung Brebes mengadakan Studi Banding di SD RSBI Bogor dan Kunjungan Budaya di TMII

Dalam tahun ini segenap Kepala sekolah SD se Kec. Tanjung mengadakan kegiatan yang bersifat akademik dan budaya , yaitu :

1. Studi Banding ke SD Sukadamai 03 Bogor yang berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ( RSBI ).

2. Kegiatan kunjungan Budaya di TMII

Rombongan Kepala SD di Tanjung ini berangkat Minggu 19 April 2009 pukul 10.00 wib, yang didampingi pula oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Tanjung, empat orang Pengawas TK SD, dan empat staf UPTD.

Kegiatan ini didasarkan dengan akan adanya sekolah standar nasional (SSN ) di wilayah kecamatan Tanjung tahun ini, sehingga perlu adanya pengetahuan tambahan untuk pembentukannya. Disamping itu pelaksanannya pun sesuai dengan petunjuk Bupati Brebes agar dibuat sesuai dengan acara kegiatan budaya oleh Duta Seni Brebes di TMII. Dalam hal ini rombongan mendapatkan penginapan gratis, yang merupakan hadiah bagi guru-guru di kec.Tanjung dari Bupati Brebes.

Tim duta kesenian kabupaten Brebes secara rutin setiap tahunnya mengisi pagelaran kesenian mewakili Propinsi Jawa Tengah di anjungan Taman mini indonesia indah (TMII ), pada hari Minggu malam 19 April 2009.

Pada tahun ini tim kesenian membawa dua tampilan yang akan di pertontonkan diantaranya adalah tari greget lenggot brebesan yaitu modifikasi tari jaipong yang sengaja di ciptakan untuk pementasan dan wayang golek brebesan dengan lakon wisudan pusponegoro. Pada pertunjukan para penari greget lenggot brebesan , sambil menari menawarkan beberapa produk unggulan kabupaten brebes seperti telor asin dan beberapa produk lainya , sembari diiringi musik gamelan dan karawitan.

Sedangkan pementasan wayang golek brebesan menampilkan lakon yang bercerita tentang berdirinya kabupaten brebes, pada masa kerajaan mataram di mana para pemberontak dapat di kalahkan dan aryo singosari panoto yudo di nobatkan sebagai Bupati Brebes.

Pertunjukan ini langsung disaksikan oleh Bupati H Indra Kusama beserta rombongan dan sebagai kehormatan pula untuk peserta Studi Banding Kepala SD di Kec. Tanjung dengan mengenakan seragam batik khas Salem yang bernuansa serba merah.

Kepala SD kec tanjung

seni jaipong brebes tari lenggot brebesan

Pada hari kedua, Senin 20 April 2009, rombonganpun melanjutkan kegiatan inti yaitu Studi Banding ke SD Sukadamai 03 Bogor yang berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ( RSBI ).

Metode pembelajaran di SDN Sukadamai 3 sejak ditetapkan menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) karena merupakan satu-satunya SD di Kota Bogor yang telah menerapkan sistem pembelajaran multimedia.

Ruang kelas RSBI ditata dengan rapi. Setiap murid mempunyai meja, kursi dan loker masing-masing. Fasilitas ruang kelas pun dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran multimedia, seperti laptop, LCD, tape recorder multifungsi dan TV edukasi.

Dinding-dinding ruangan kelas dipenuhi pajangan hasil kreativitas murid, baik berupa tugas, hasil penilaian guru maupun karya-karya anak. Pajangan itu merupakan evaluasi pembelajaran portofolio murid.

Untuk menjaga dan memelihara kebersihan ruang kelas, murid tak diperbolehkan menggunakan alas kaki masuk kelas. “Guru tak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada murid, tetapi juga memberikan pendidikan dan pembinaan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kepada murid,” ujar Kepala SDN Sukadamai 3 Pipip Rosida.

Menurut dia, pembelajaran multimedia merupakan salah satu tuntutan RSBI. Karena itu, SDN Sukadamai 3 berupaya melengkapi ruang kelas RSBI dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang berstandar internasional. “Guru yang mengajar di kelas RSBI sudah menerapkan pembelajaran multimedia dengan menggunakan LCD, Laptop, TV edukasi dan tape recorder multimedia. Awalnya, murid-murid RSBI kurang siap, tetapi lama-kelamaan mereka sudah terbiasa,” tuturnya.

Selain melengkapi ruang kelas RSBI dengan fasilitas pembelajaran multimedia, SDN Sukadamai 3 juga sudah menerapkan pembelajaran bilingual. “Guru menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonsia sebagai bahasa pengantar pembelajaran dalam kelas RSBI,” kata Pipip.Pada akhirnya melihat perkembangan yang ada di SD tersebut, maka haruslah ada yang didapat dari kunjungan studibanding ini yang akan diterapkan di sekolah -sekolah kec. Tanjung Brebes untuk menjadikan acuan guna meningkatkan proses belajar mengajar .

sukadamai

sdsukadamai3

Rombongan UPTD Tanjung di Sukadamai03

RSBI2093

TRY OUT ( UJI COBA ) UASBN SD di Kec Tanjung-Brebes tahun 2009

Guna mengetahui kesiapan siswa menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD, UPT Dinas Pendidikan Kec Tanjung menggelar try out (ujian pemantapan) beberapa waktu lalu 2 – 4 Maret 2009 untuk tingkat kecamatan Tanjung, dan 11-13 Maret 2009 untuk tingkat kabupaten Brebes.

Meskipun penentuan standar kelulusan bagi siswa sekolah dasar masih diberikan sepenuhnya kepada sekolah masing-masing, panitia peneyelenggara UPT Dinas pendidikan Kec Tanjung memastikan akan menyelenggarakan uji coba sebagai parameter melakukan pemetaan kesiapan siswa. Namun demikian bukan berarti penentuan kelulusan siswa SD masing diberikan ke sekolah masing-masing lantas tidak akan diawasi.

Tujuan menyelenggarakan try out untuk SD adalah juga sebagai langka memetakan kesiapan mereka menjelang UASBN, kita sadari memang pemberian kelulusan adalah hak dari sekolah masing-masing, tetapi kita ingin meastikan nilai yang dicapai siswa bukan karena hasil katrol tetapi betul-betul murni hasil jeripayah siswa Penetapan kriteria kelulusan try out UASBN SD ini mengacu pada standar nilai minimal kelulusan yang diberlakukan untuk tingkat Kecamatan Tanjung, yakni, siswa wajib memiliki nilai rata-rata minimal 4, 00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,00. Atau boleh memiliki nilai minimal 4,00 untuk salah satu mata pelajaran dengan syarat nilai mata pelajaran lainnya minimal 5,00.

Hasil UASBN SD yang dicapai, ternyata masih mencemaskan mengingat masih ada siswa yang belum berhasil memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yang dipersyaratkan. Mata pelajaran yang di-UASBN-kan meliputi Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Hasil try out ini akan dianalisis baik guru maupun Pengawas di UPTD Pendidikan Kec. Tanjung, dan nantinya akan menjadi barometer penilaian sudah sejauh mana pencapaian lulusan dari mereka, sekaligus menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kemampuan siswanya dalam mempersiapkan diri menghadapi UASBN.

Sertifikasi Guru, TUNJANGAN PROFESI AKAN CAIR FEBRUARI

Tunjangan profesi bagi guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi lewat portofolio maupun jalur Pendidikan Latihan dan Profesi Guru (PLPG), akan cair usai pemberkasan pada akhir Februari. Alasan dicairkan pada akhir februari disebabkan Surat Keterangan (SK) yang dikeluarkan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) belum keluar dikarenakan proses pemberkasan baru dilakukan Februari.

Mekanisme penyaluran tunjangan profesi dimulai dari penyerahan berkas untuk menerima tunjangan profesi guru ke Dinas Pendidikan (Dispendik) kabupaten/kota. Selanjutnya,  memeriksa kelengkapan berkas persyaratan, melakukan rekapitulasi, dan menyampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jateng.

Kemudian Dinas P dan K Jateng menghimpun dan memeriksa kelengkapan data guru penerima tunjangan profesi guru dan mengirimkannya ke Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk diverifikasi kembali.

Dari LPMP inilah nasib guru ditentukan, menerima tunjangan profesional atau tidak. Nanti, LPMP akan menerbitkan SK yang akan memberitahukan apakah tenaga pengajar berhak menerima tunjangan profesi atau tidak.

Sebaiknya dalam hal pencairan tunjangan profesi agar ada perbaikan alur pembuatan SK ke Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Hal Ini dilakukan agar mempermudah proses atau alur pelaksanaan program sertifikasi guru.
Dalam hal ini  masing-masing dinas pendidikan kabupaten/kota akan bertugas langsung memeriksa kelengkapan berkas guru. Tujuannya untuk mengurangi kesalahan kelengkapan yang ada saat proses berjalan.
Selama ini, berkas guru hanya lewat saja di dinas pendidikan kabupaten/kota, kemudian ke LPTK, lalu ke pemerintah pusat. Alur ini, menyebabkan sejumlah keterlambatan. Selain itu, dinas pendidikan di kabupaten/kota dan propinsi kurang diberdayakan dalam prosesnya.

Kenyataan ini terjadi pada keterlambatan pembayaran tunjangan kuota tahun 2006 dan 2007, karena terdapat kesalahan data , semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi, lancar……..

Kita tunggu hasilnya nanti,……………..

( diolah dari berbagai sumber… )

DPR DORONG PERCEPATAN PROSES SERTIFIKASI GURU

DPR mendorong pemerintah untuk mempercepat proses sertifikasi dan pembayaran tunjangan profesi bagi guru/dosen swasta maupun negeri dan guru/dosen agama pada satuan pendidikan umum serta membuka akses bagi para guru/dosen secara berkeadilan. Hal itu terungkap saat rapat kerja gabungan Komisi X dan Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara, di Nusantara I, Selasa (3/1). “Percepatan sertifikasi guru antara guru PNS dan guru swasta harus dilakukan dengan prinsip keadilan proporsional,” ujar Pimpinan Irwan Prayitno (F-PKS). Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menuturkan, tujuan sertifikasi guru adalah meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan mutu proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dan meningkatkan kesejahteraan guru. Namun, menurutnya, di beberapa kabupaten/kota masih belum melaksanakan penetapan peserta sesuai dengan ketentuan dan criteria yang berlaku. Beberapa dinas kabupaten/kota mengalami keterlambatan dalam pengiriman dokumen portofolio dari dinas pendidikan kabupaten/kota ke LPTK. Selain itu, keterlambatan dimulainya proses sertifikasi lebih disebabkan pengolahan format database individu peserta di pusat tidak tepat waktu. Pembayaran tunjangan profesi dari bank mitra KPPN sering terlambat. Oleh sebab itu, untuk mengatasi persoalan sertifikasi guru, Mendiknas memberikan beberapa solusi. Pertama, mulai tahun 2009 pemberkasan untuk penerbitan SK penerima tunjangan profesi dialihkan dari pusat ke LPMP masing-masing propinsi. Kedua, perlu adanya alokasi dana sosialisasi dan pengolahan berkas sertifikasi di dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota dari APBD masing-masing.

(www.dpr.go.id)

PENYERAHAN SERTIFIKAT PENDIDIK RAYON 12 UNNES ( BAGI KUOTA TAMBAHAN DAN PLPG 2008 )

PENYERAHAN SERTIFIKAT PENDIDIK

BAGI GURU KAB. BREBES, KAB TEGAL DAN KOTA TEGAL

Pada hari Rabu 4 Februari 2009, di Islamic Center Kabupaten Brebes,  dilaksanakan Upacara Penyerahan Sertifikat Pendidik bagi Guru Profesional yang lulus sertifikasi guru melalui penilaian portofolio serta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2008 dari peserta sertifikasi Kab. Brebes, Kab Tegal, dan Kota Tegal.

Dalam laporannya   Ketua Pelaksana Rayon 12 Dr Sugiyo MSi menyampaiakn bahwa, Rayon 12 UNNES  telah menyelesaikan penilaian portofolio untuk kuota tahun 2008 terhadap 13.801 guru, dengan rincian tahap pertama 13.131 orang dan kuota tambahan 670 orang.

Setelah dilaksanakan penilaian melalui portofolio:

1.  untuk kuota pertama lulus 7.697 peserta sementara yang tidak lulus 4.631.

Dari 4.631 peserta PLPG tahun 2008 dan peserta tahun 2007 sejumlah 27 peserta mengikuti PLPG selama 90 jam           atau 9 hari dan dinyatakan lulus sejumlah 4.472 atau sebesar 96%. Sisanya, yang gagal 187 peserta atau 4%.

2.  untuk kuota tambahan (pemenuhan), lulus 388 peserta,

a. tidak lulus 279,

b. dan ada 3 peserta yang diskualifikasi.

3. bagi kuota tambahan yang tidak lulus, akan mengikuti PLPG 2009.

4. Pada 2008 peserta dari Depag berjumlah 1.467 orang.

lulus 368 orang dan yang tidak lulus sejumlah 1.075 mengikuti PLPG.”

Pembantu Rektor III Unnes Dr Masrukhi MPd dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan penyerahan sertifikat pendidik kali ini berbeda. ”Kalau pada tahun lalu, seluruh proses penyerahan sertifikat dipusatkan di Semarang, tahun ini penyerahan dilaksanakan di daerah dan di luar jam pelajaran. Pasalnya, guru yang profesional tidak akan mengorbankan jam pelajaran anak didiknya.”

Selamat Bagi bapak Ibu Guru yang sudah menerima, terutama bagi teman – teman Guru dan saudara kami dari Kec Tanjung yang berjumlah 11 orang, dan 2 saudara dari Kec Kersana. Semoga sertifikat yang sudah diterima dapat meningkatkan profesional Bapak Ibu dalam mengajar.

Akhirnya kita bertemu dan bersama lagi  dalam melengkapi pemberkasan pengusulan SK Ditjen PMTK dan berakhir dalam pencairan tunjangannya pun juga sama, walupun jalan menuju portofolio kita ini berbeda-beda.

( kita tidak pernah berbeda……..cuma nasibnya )

PEMBERKASAN SERTIFIKASI GURU dan IMPASSING

PEMBERKASAN SERTIFIKASI GURU TAHUN 2008 KAB. BREBES

Berdasarkan surat Kepala LPMP Jawa Tengah no 018/F/F30/LL/2009 tanggal 14 Januari 2009 bahwa pemberkasan sebagai bahan penerbitan SK Dirjen PMTK dilakukan oleh LPMP.

Untuk itu kepada Guru yang dinyatakan lulus tahun 2008 agar segera melengkapi berkas yang diperlukan ;

  1. Mengisi biodata
  2. Fotokopy sertifikat pendidik
  3. fotokopy SK Kenaikan pangkat terakhir
  4. Fotokopy SK Gaji berkala terakhir
  5. Fotokopy SK tugas mengajar 24 jam/minggu
  6. Fotokopy nomor rekening BPD yang masih aktif
  7. Fotokopy SK Guru Tetap Yayasan ( bagi yang bukan PNS )
  8. SK Inpasing bagi guru bukan PNS

Komponen tersebut merupakan urutan dalam penyusunannya.

Kepada Bapak Ibu Guru Peserta Sertifikasi Guru Kuota 2008 di kec Tanjung Brebes :

1.  Berkas paling lambat 7 Februari 2009 dikirim rangkap 3

2. Rekening Bank yang digunakan adalah BPD bukan BRI

3. SK Berkala dan SK Pangkat terakhir dilegalisir oleh Kepala Sekolah

staf : ( darmosubur@yahoo.co.id )

PROSES IMPASSING BAGI GURU NON PNS

Kamis pagi tadi,  saya berjumpa dengan peserta sertifikasi GURU TK MUNDU TANJUNG, yang menanyakan proses pengusulan SK Impassing di Kantor UPT Dinas Pendidikan Tanjung ( nama baru nieh … ). Duh, bu guru kenapa kok telat membuatnya SK nya. Padahal hari-hari ini adalah proses pemeberkasan sertifikasi anda, bu guru mau dibayar berdasar apa?.

Mudahan buguru TK tadi sempat baca tulisan ini ( he..he… ) Atau jumpa lagi di kantor UPTD.

Proses inpassing,  pengusulan seluruh berkas rangkap tiga , sedangkan yang lebih penting katanya berkas yang diperlukan harus sudah terkirim ke Jakarta pada 10 Oktober 2008 yang lalu. Tentu saja yang mem-finishing masalah tersebut adalah pihak terkait di Dinas Pendidikan .

Satu bundel berkas berisi:

  1. fotokopi ijazah terakhir yang dilegalisasi oleh PT yang mengeluarkan
  2. fotokopi akta mengajar IV yang dilegalisir oleh PT yang mengeluarkan
  3. fotokopi SK pengangkatan sebagai guru tetap yang dilegalisasi ketua yayasan
  4. SK pembagian tugas mengajar sem genap 2007/2008 dan gasal 2008/20099(menyesuaikan)
  5. Surat Keterangan penugasan mulai awal mengajar s.d terakhir dari yayasan
  6. Surat keterangan mengajar minimal 24 jam dari kepala sekolah dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan
  7. fotokopi sertifikat pendidik dilegalisasi oleh PT yang mengeluarkan
  8. fotokopi NUPTK dilegalisasi oleh kepala sekolah

Yang sering jadi tanda tanya adalah:bagaimana guru-guru yang belum sertifikasi? Mereka juga wajib di-inpassing, asal sudah ber NUPTK, perkara poin 7 bisa disusulkan

Check out my Slide Show!

PENGUMUMAN SERTIFIKASI GURU RAYON 12 UNNES KUOTA 2008

MOHON PERHATIAN !

BERITA DALAM BLOG INI BUKAN PUBLIKASI RESMI PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 12 UNNES

BLOG ini cuma sekedar membantu peserta yang saat ini sedang menunggu-nunggu hasil PLPG sertifikasi guru kuota 2008 Unnes rayon 12, tanpa menambah dan tanpa mengurangi berita aslinya. Bapak dan ibu guru yang saya cintai,… saya pengin mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu yang telah lolos sertifikasi baik yang langsung lulus atau rela mengikuti program PLPG.

Pengumuman dapat dilihat di TKP langsung di portal di bawah ini :

PORTAL : http//:portofolioguru.unnes. ac. id,


berita


JADWAL UPACARA

Tanggal Kirim: 28-01-09
Waktu Kirim: 11:11:51

Diberitahukan dengan hormat, bahwa upacara penyerahan sertifikat pendidik bagi guru depag dan diknas Rayon 12 Universitas Negeri Semarang kuota th 2008 akan segera dilaksanakan. Adapun jadwal  dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Catatan:

  1. Ketentuan Pakaian Bagi Penerima Sertifikat Pendidik:
    1. Laki-laki: berpakaian celana hitam,kemeja putih, berdasi hitam
    2. Perempuan: berpakaian Rok/bawahan hitam, kemeja putih, berdasi hitam.
  2. Penerima Sertifikat Pendidik dimohon hadir 45 menit sebelum dimulai untuk persiapan upacara.

Demikian pemberitahuan kami. Atas perhatian kami ucapkan terimakasih.

Semarang, 27 Januari 2009
Ketua Pelaksana PSG

Dr. Sugiyo, M.Si

KOTA/KABUPATEN KUOTA DEPAG JUMLAH WAKTU/TEMPAT PELAKSANAAN


1

2

Kota Tegal

BREBES


63

14

116

14

179

Rabu, 4 February 2009

Jam 13.00


3 Kab. Tegal 121 121 Gedung Islamic Center


Sub Jumlah 63 251 314 Jl. Yos Sudarso No. 35 Brebes


4 Kab.Pekalongan 24 45 69 Senin, 2 Februari 2009
5 Kab. Pemalang 5 56 61 Jam 13.00
6 Kota Pekalongan 29 29 di Gedung Serbaguna
7 Kab. Batang 28 28 Jl. Jenderal Sudirman
Sub Jumlah 29 158 187 Timur (Depan Polres) Kab. Pemalang
8 Kota Semarang 153 80 233 Sabtu, 31 Januari 2009
9 Kab. Kendal 1 58 59 ( 9.00 S.D 11.00 )
10 Kota Salatiga 14 14 di Auditorium Unnes
Sub Jumlah 154 152 306 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang
11 Kab. Semarang 46 46 Sabtu, 31 Januari 2009
12 Kab. Demak 46 162 208 ( 13.00 S.D 15.00 )
13 Kab. Grobogan 1 135 136 di Auditorium Unnes
Sub Jumlah 47 343 390 Kampus Sekaran
Gunungpati Semarang
14 Kab. Wonosobo 27 27 Sabtu, 7 Februari 2009
Sub Jumlah 27 27 Jam 14.00
di Gedung KORPRI
(Depan Kantor DPRD)
Kab. Wonosobo
15 Kab. Rembang 3 68 71 Kamis, 5 Februari 2009
16 Kab. Blora 20 46 66 Jam 13.00
17 kab. Jepara 13 81 94 Di Gedung Haji
18 Kab. Kudus 89 89 MT Haryono Jepara
19 Kab. Pati 55 98 153 (Sebelah Terminal)
Sub Jumlah 91 382 473 Kab. Jepara
Jumlah 384 1313 6169

UNDANGAN PESERTA SERTIFIKASI GURU KUOTA 2008

KABUPATEN BREBES

Diberitahukan bahwa berdasarkan surat Kepala Dinas Pendidikan Kab.Brebes nomor 800/0118/2009 tanggal 22 Januari 2009, maka pengambilan sertifikat pendidik bagi peserta sertifikasi tahun 2008 untuk peserta hasil PLPG dan kuota tambahan 2008 pada :

Hari : Rabu, 4 Februari 2009

Pukul : 13.00 wib

Tempat : Gedung Islamic Center Brebes

Selamat bagi Bapak / ibu guru yang akan segera menerima sertifikat pendidik, tinggal menunggu pemberkasan pengusulan dan akhirnya pencairan.

Saudara dan teman – teman terdekat kami :

1. Widodo, S.Pd. ( SD Luwunggede 02)

2. Tulus Widodo, S.Pd. ( SD Luwunggede 01 )

3. Siti Maeni , S.Pd. ( SD Sengon 02 )

4. Slamet Widodo, S.Pd. ( SD Tanjung 06 )

5. Rokhmad, S.Pd. ( SD Limbangan 03 )

6. Suparno , S.Pd. ( SD Limbangan 04 )