Baru dibangun, kok ambruk ya…..

25 01 2009

Semoga kejadian ini tidak terulang. Jumat pagi 23 Januari 2009, lagi enak- enaknya menikmati teh pagi, terdengar sebuah berita mengejutkan dari sebuah stasiun televisi swasta.

Betapa tidak , karena admin juga teringat padepokan tercinta yang juga mempunyai 3 ruang kelas beratap seng, yang baru akan mendapatkan dana bangunan dari DAK yang bersumber dari APBN pada tahun anggaran 2009, sebesar 140 juta.

Kejadian tersebut ternyata menimpa sebuah sekolah yang berjarak 5 km di kecamatan tetangga, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Ketanggungan, Kabupaten Brebes . Atap tiga ruang kelas ambruk, Rabu malam (21/1). Bangunan itu baru selesai dikerjakan empat bulan lalu. Padahal, tidak ada hujan dan angin tiba-tiba atap ruang kelas ambruk

Dalam kejadian itu, tiga pekerja bangunan yang beristirahat di dalam ruang kelas tertimpa reruntuhan. Namun, ketiganya tidak mengalami luka. Atap bangunan di lantai dua itu terlihat ambles, sementara kerangka atapnya melengkung. Hingga kemarin, reruntuhan atap belum dibersihkan karena kondisi bangunan masih mengkhwatirkan. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar siswa tetap berjalan normal.
Tiga ruang kelas itu dibangun mulai Juni 2008 dan selesai dikerjakan September 2008. Meski sudah selesai, tetapi tiga ruang itu belum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Siswa hingga kini masih menggunakan bangunan lama.

Ternyata, pembangunan tiga ruang kelas itu telah menghabiskan dana Rp 375 juta dari bantuan APBN.





Pelatihan Replikasi MBS di Cabang Dinas P dan K Kec.Tanjung

25 01 2009

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah serta kepedulian masyarakat terhadap pendidikan , maka Dinas P dan K Kab Brebes secara serentak mengadakan pelatihan Replikasi MBS di seluruh Cabang Dinas P dan K Kecamatan, pada tanggal 19-21 January 2009. Kegiatan ini mendapatkan biaya melalui APBD II tahun anggaran 2008

Untuk Cabang Dinas P dan K Kec Tanjung diikuti oleh 14 SD dan 1 sekolah MI. Setiap sekolah mengirimkan 5 orang terdiri dari Kepala Sekolah, ketua komite, guru kelas I,III,dan VI. Salah satu peserta pelatihan ini adalah SD N Sengon 02 sebagai peserta tahap II dalam tahun 2009.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas P dan k Kec. Tanjung, Hj.Khariroh,S.Pd.,M.Pd. dan dihadiri oleh pengawas TK/ SD, dan pengurus PKG Kec. Tanjung. Kegiatan ini dipandu oleh Pengawas TK/SD kec tanjung, Kepala sekolah dan guru yang sudah bersertifikat TOT sebagai fasilitator.

Dalam pidato sambutan pembukaan, Kepala Cabang Dinas p dan K Kec Tanjung, mengemukakan bahwa tujuan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan SD melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), Partisipasi Masyarakat (PM). Diharapkan program ini menghasilkan satu model praktik pendidikan yang baik, yang dapat direplikasi dan diperluas.

Pada pelatihan MBS ini baik fasilitator maupun peserta benar-benar merasakan pelatihan yang paling berat sekaligus paling mengena dan menantang. Hal ini karena materi yang diberikan selain menyenangkan juga menguras pikiran.

Sebagai materi yang menantang terdapat pada contoh pembelajaran tematik oleh Edi Rahno ,S.Pd. ( Kepala SD Tanjung 06, “terima kasih ya pak promosi iklan untuk blog ini “ ) dan model pembelajaran kelas tinggi oleh Zein Rofiq, S.Pd. ( Guru SD Tanjung 02 , terima kasih juga, saya sudah dijadikan murid rangking 1 di kelas 5). Model pembelajarannya matematikanya bagus, walaupun saya dibuat berpanas-panasan di lapangan.

Selain itu, hal yang paling dirasakan adalah sangat membantu sekolah dalam menyusun RAPBS. Peserta banyak mendapatkan berbagai ke-trampilan dan kemampuan yang terkait dengan penyusunan KTSP.

Pada pelatihan ini diakhiri dengan praktek mengajar oleh peserta guru yang mengaku masih saudara dengan Barac obama ( mirip juga lho, cuma beda nasib )

Akhirnya dalam kegiatan ini diharapkan seorang guru dapat merefleksikan kembali makna belajar, menyusun perencanaan pembelajaran tematis dan lain-lain.

( Terimakasih upload …….)

Pelatihan MBS Tanjung

MBS Tanjung





Nasib Baik Guru saat ini …..

11 01 2009

NASIB GURU BERUMUR 50 TH KE ATAS

( BISA MENDAPATKAN SERTIFIKASI PROFESI PENDIDIK WALAUPUN  BELUM S1 / D4 )

Presiden RI kembali meniupkan angin surga bagi guru. Setelah menaikkan tunjangan fungsional kini Presiden RI telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2009 tentang guru yang belum S-1 atau D-4 bagi yang berumur 50 Tahun ke atas dan telah mengabdi minimal 20 tahun pada 1 Januari tahun 2009 bisa mengikuti uji kompetensi. Kelulusannya sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi pendidik guru yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok.
Selamat, selamat, selamat!!!!

Bagi yang berminat, selamat menunggu giliran !


BERHENTINYA TUNJANGAN PROFESI PENDIDIK BAGI YANG SUDAH BERSERTIFIKASI

Kalau ada yang berani membuat berhenti rezeki guru, maka akan ada guru yang juga berani membuat berhenti napas si orang  itu. Sebab, rezeki yang diperoleh guru dari perjuangannya lulus sertifikasi guru dalam jabatan berupa tunjangan profesi pendidik, akan sangat berarti bagi keseluruhan kinerjanya dan kesejahteraan keluarganya.

Informasi kualitas bukan buat menakut-nakuti, tetapi memotivasi. Memang, keprofesionalan bukan langsung jadi dengan hanya sekedar selembar surat keterangan, yang bernama serifikat profesi pendidik. Sebab, sertifikat hanya masukan, maka proseslah yang paling menentukan bentuk keluaran sebuah keprofesionalan itu.

Masyarakat, teman sejawat, atasan langsung, bahkan siswa pun akan dapat menilai kinerja guru yang sudah bersertifikasi .

Nah, bapak ibu guru yang telah memperoleh sertikat profesi pendidik dan telah menerima tunjangan profesi pendidik, bagaimana kalau ayat(1) atau ayat(2) Permendiknas 36/2007 Pasal 6, tiba-tiba terjadi pada diri  Anda? Ini berarti anda berhenti atau dihentikan tunjangan profesi anda !

open link with : masedlolur ( warog ponorogo )






Sertifikasi bagi Pengawas Sekolah

7 01 2009

Mulai tahun ini, pengawas sekolah akan menjalani proses sertifikasi profesi. hal ini untuk meningkatkan kompetensi, guna membentuk pengawas yang profesional dan bermartabat.

Sertifikasi pengawas sekolah mewajibkan pendidikan serendah rendahnya S2 bagi pengawas SMP, SMA/MA/SMK, serta serendah rendahnya mempunyai kualifikasi akademik setara S1 untuk Pengawas TK/ SD, dengan penmgalaman sebagai guru sedikitnya 8 tahun atau 4 tahun sebagai kepala sekolah. Peserta sertifikasi ini juga akan mendapatkan tunjangan fungsional sebesar satu kali gaji.

Pengawas sekolah mestinya memiliki kompetensi  dalam hal kepribadian, supervisi manajerial dan akademik, evaluasi pendidikan, pengembangan dan penelitian serta kegiatan sosial.

Pengawas sekolah inilah yang nantinya akan mengawal alokasi dana pendidikan di sekolah yang telah disusun dalam RAPBS. Selain itu juga akan mengevaluasi hasil Ujian Nasional ( UN ) siswa yang berada di ruang lingkup pengawasannya.

Melihat kenyataan ini, lengkap sudah peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, mulai guru, keopala sekolah, pengawas melalui sertifikasi pendidik. Kita tunggu hasilnya nanti…….





Diskualifikasi dalam Berkas PF Sertifikasi Guru

31 12 2008

Sebuah kabar gembira bagi teman teman guru dalam menikmati liburannya. Pengumuman Sertifikasi Guru Kuota tambahan 2008 rayon 12 Unnes telah diumumkan.

Melihat hal itu, 2 saudara saya senyumnya lebar, sangat lebar, dan dengan berbinar-binar ia berujar: Alhamdullilah, Aku lulus!

3 teman saya  sembunyikan senyumnya dalam hati , nyonge  PLPG, dan seorang tetangga di Kersana, ia berbisik lirih: Aku diskualifikasi !

Mungkin catatan dalam liburanku di Wonogiri ini, berguna bagi teman yang Diskualifikasi tadi. Karena bingung harus berbuat apa, konfirmasi ke Kantor Dinas Pendidikan Kab Brebes, dijawab nilai anda 0  ( nol ).

Proses diskualifikasi terbagi dalam dua tahapan, yakni diskualifikasi prapemeriksaan dan diskualifikasi pada saat pemeriksaan.

Didiskualifikasi pada proses prapemeriksaan dilakukan karena syarat mengajar minimal lima tahunnya tidak terpenuhi, sedangkan diskualifikasi pada saat pemeriksaan dilakukan karena ijazah sarjana dari perguruan tingginya tidak terdaftar di Dirjen Pendidikan Tinggi atau memalsukan dokumen sertifikat.

Untuk tahun ini pemeriksaan sangat ketat. Jadi bagi guru yang mencoba melakukan manipulasi dan ketahuan akan langsung didiskualifikasi.

Bagi guru yang didiskualifikasi akan bergantung pada kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing, apakah kembali akan memasukan mereka dalam kuota sertifikasi tahun depan atau tidak.

( diolah dari berbagai sumber )





PENYERAHAN SERTIFIKAT PENDIDIK KUOTA 2008 RAYON 12 UNNES Di Tegal

14 12 2008

Satu langkah kini tercapai sudah, bukti ( sertifikat pendidik ) sudah aku pegang sebagai bukti kerja keras dalam mengajar selama ini. Tentunya tinggal menunggu berkas usulan dan akhirya pencairan. Hal ini terlihat dari wajah wajah guru perserta portofolio yang lulus langsung kelihatan tersenyum dan bangga, tidak ada yang bersedih tentunya.

Penyerahan sertifikat pendidik untuk rayon 12 Unnes dilakukan dalam 5 tahap, daerah penerima tersebut adalah meliputi daerah Semarang, Pati, Wonosobo, Pekalongan dan Tegal ( Kab Brebes, kab Tegal, Kota Tegal ).

Untuk daerah Tegal dilakukan pada 9 Desember 2008 di Gedung Nusa Bahari kota Tegal pukul 12.30 Wib. Sebagai pengisi acara dalam acara tersebut dimeriahkan oleh paduan suara Dinas P dan K Kab Brebes, Tarian Gambyong dari siswa SMU Tegal, dan tarian daerah oleh siswa SD dari Kab Tegal.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Unnes, Kepala Dinas Pendidikan Prop. Jateng, Bupati dan Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Ketua PGRI dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota. Ketua DPRD Kabupaten/Kota, dan Anggota DPR RI dari komisi X.

Drs. Sugiyo, M.Si sebagai ketua pelaksana Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 12 mengatakan, Rayon 12 menilai 19 Wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang tersebar di Wilayah Pantura. Pada tahun 2008 mendapatkan kuota menilai 12.000 lebih portofolio. Kuota paling banyak terdapat di Kab Brebes 1014 guru, kab Tegal 500 guru lebih, dan Kota Tegal 400 guru lebih.

Tingkat kelulusan kuota 2008 untuk kota tegal 56 %, kab Tegal 62 % dan kab Brebes 33 % ( 317 guru dari 1014 guru, hebat ya Brebes banyak PLPG nya ). Insya Alloh Brebes harus lebih bangga karena yang PLPG lebih banyak sehingga mesti lebih baik daripada yang lulus portofolio langsung, kata beliau dalam sambutan senyumannya. Janji pemerintah para guru yang lulus sertifikasi akan mendapat tunjangan 1 kali gaji pokok tiap bulannya.

Rektor Unnes Prof. Dr. Sudijono Sastoatmodjo, M.Si dalam pengarahannya mengatakan, setelah menerima sertifikat pendidik para guru tersebut dinyatakan sebagai guru profesional. Guru yang profesional harus melekat empat kompetensi pada dirinya yakni kompetensi Pedagogis, kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial. Keempat kompetensi ini menjadi satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan.

Sertifikat Pendidik yang dibagikan dilapisi dengan 3 tingkat keamanan nomor pelindung, sehingga tidak mudah dipalsukan. Untuk itu Guru bersertifikat pendidik harus melindungi dan menjaga tingkat keprofesionalnya melebihi dari sertifikat yang dimilikinya.

Sementara itu Drs. Sutarmanto, M.Pd.,dalam sambutan tertulisnya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Prop Jawa Tengah, mengatakan bahwa di era global sarat dengan tantangan dan persaingan diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yang memiliki daya saing kompetitif dan komparatif. Untuk mewujudkan pendidikan yang ideal tersebut dibutuhkan guru yang profesional, kompetensi, dan komitmen tinggi terhadap tugas profesional yang digeluti. Keprofesionalan tersebut yaitu mampu mengkreasi lingkungan belajar secara positif, memberdayakan peserta didik, mengelola dan mengevaluasi proses serta hasil belajar siswa. Dalam hal ini Guru Profesional harus memiliki sikap DISIPLIN dalam arti luas.

Acara ini berlangsung cukup khidmad dan berakhir dengan pembagian sertifikat secara simbolis. Ada pesan sambutan yang cukup menggelikan dalam acara ini, Guru yang sudah besertifikasi jangan sampai menambah pos penerima ( poligami ). Kira kira ada nggak ya. Kita tunggu saja nanti.

Dibalik itu aku cukup prihatin juga, saudara seperjuanganku menerima sertifikat dengan tulisan tahun lahir yang salah, sehingga harus dikembalikan lagi. Yang sabar ya pak, pengusulannya masih lama kan. ( kata admin dinas P dan K Brebes ) .

Akhirnya dengan sujud syukur, semoga sertifikat pendidik yang dimiliki dapat menambah mutu pendidikan bangsa ini, dan semoga untuk rekan rekan saudaraku di kec Tanjung Brebes dalam mengikuti kuota tambahan tahun 2008 dapat menyusul.

Kuota Tambahan th 2008 bagi teman teman di Tanjung Brebes

Selamat kepada saudaraku untuk mengikuti kuata tambahan Portofolio tahun 2008

1.Slamet Widodo ( Tanjung 06 ), ditunggu kunjungannya disini !

2.Kateno ( Luwunggede 01 ),

3.Wahyono, Murtini ( Luwungbata )

4. Rokhmad ( Limbangan 03 Kersana ).

Good Luck friend ! PLPG ataukah lulus kah mereka, kita tunggu !





Nasib lulusan D2PGSD/MI

19 11 2008

Ratusan lamaran  CPNS Th 2008,  lulusan D2 PGSD/MI dari STAIN dan IAIN ditolak karena dianggap tidak memenuhi syarat, karena transkip nilainya mengarah ke MI. Dan universitas penyelenggara bukanlah termasuk dalam 200 LPTK yang berhak menyelenggarakan D2 PGSD.  Padahal formasi yang diisi adalah D2 PGSD atau S1 PGSD, ijazah mereka berbentuk D2 PGSD/MI.

Penolakan ini berlaku di seluruh propinsi Jawa Tengah, akhirnya mereka mendatangai masing masing penyelenggara pendidikan untuk meminta klarifikasi ijazah mereka. Di kab Wonogiri , Brebes banyak juga lulusan D2 yang satu ini bahkan mereka sudah bertahun tahun mengabdi di berbagai sekolah. Untung saja ada yang sudah diangkat menjadi PNS mulai tahun tahun sebelumya, ada juga sempat pindah di kabupaten Pacitan Jatim, yang panitia seleksinya dapat menerima ijazah mereka yang penting diangkat menjadi PNS.

Bersyukurlah bagi yang sudah berstatus PNS walaupun D2 PGSD/MI, karena mungkin waktu itu panitia tidak selektif, dan tentunya hal ini disebabkan kesepakatan antara DEPAG ( penyelenggara pendidikan ) dan DEPDIKNAS belum terjalin, dan masyarakatlah sebagai korbannya, ………..

( Admin: lulusan D2PGSD dengan LPTK : UNS )





Akhirnya lulus juga…. sertifikasiku

19 11 2008

Alhamdulillah, kekuatan doa itu hadir pada hari ini. Pengumuman hasil PF guru rayon 12 Unnes, kemarin sore pukul 19.23 telah dikirim ke dinas pendidikan kab/kota masing-masing. Melalui staf Cabang dinas P dan K Tanjung kab Brebes pulalah Rabu 19 Nov tadi pagi, hasil nilai seluruh peserta sertifikasi kuota 2008 telah diumumkan ( yang belum SMA ).

Sebuah nilai kelulusan 917 telah aku dapat (batas minimal 850 ),hanya dengan masa kerja 12 tahun serta segala upaya dan doa selama ini. Kejalasan nasib selama 14 hari terakhir untuk teman-teman yang tidak diundang sebagai tamu PLPG Tahap 1, sebuah predikat LULUS lengkap dengan nilai perolehan. Plong dan lega tentunya.

Betapa tidak, semua teman ngantri di website pf.unnes setiap hari, untuk melihat perkembangan terakhir dan sekedar bertanya dengan mas adminnya. Bermacam-macam pertanyaan, kebingungan, kelucuan ada dalam forum ini.

Doa adalah senjata yang dapat menguatkan manusia mengahadapai segala cobaan hidup.
Kekuatan doa yang telah hadir dalam hidupku, terima kasih SIMBOK atas semangat , dorongan dan doamu, walaupun engkau tak mengerti tentang portofolio ini, tapi engkau tahu kebutuhanku akan doamu. Tinggal satu lagi mbok, kubutuh kekuatan doa itu lagi, untuk………. ( semoga ya mbok )






Pengumuman sertifikasi rayon 12 unnes kuota 2008 ( kenapa nunggu jakarta ? )

13 11 2008

hore1

Senin, 10 November pukul 14.30 mealui website portofolio unnnes, sebuah undangan telah dikirim bagi guru SD/MI yang sudah mengumpulkan portofolio untuk kuota 2008.

Sebuah kabar yang menggembirakan, mengkhawatirkan dan membikin bingung. Bagi nama guru yang tercantum dalam undangan, maka dinyatakan harus mengikuti PLPG di kampus Kelud Unnes mulai 13 – 21November 2008. Guru yang tercantum dalam daftar merasa lega  ( jelas status portofolionya ) dan harus rela untuk mengikuti PLPG, namun bagi yang belum tercantum bisa jadi LULUS, MENGIKUTI PLPG TAHAP BERIKUTNYA, ATAU BAHKAN DISKUALIFIKASI ( tapi kalo ilang mungkin gak yaa ).

Untuk Guru SD di kec Tanjung terdapat 10 guru yang diundang mengikuti PLPG Tahap I, mereka tergabung dalam kelas Kelud I bersama 138 guru se Kab Brebes. Sedangkan yang 12 guru dari kec Tanjung belum jelas statusnya ( mudah -mudahan lulus jauh dari PLPG.  termasuk admine kyeh…….Amin ).

Kejelasan mengenai pengumuman kelulusan sertifikasi 2008 nampaknya belum ada kepastian. Hingga kemarin, Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 12 UNNES) belum bisa memastikan apakah peserta sertifikasi guru yang tidak ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) adalah peserta yang lulus portofolio atau tidak. ( terkatung-katung juga nasib kami, ataukah hilang berkas kami )

“Nama-nama yang tidak terdaftar dalam PLPG saat ini sedang diusulkan ke konsorsium penilaian sertifikasi guru. Ada dua kemungkinan bisa lulus bisa tidak,” kata sebuah sumber terpercaya.

Diakui, sesuai jadwal awal, pengumuman hasil kelulusan sudah diinformasikan secara luas pad akhir Oktober lalu. Tapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut. Hanya saja ia berharap, pengumumannya tidak sampai melewati batas akhir tahun. Sebab jika itu terjadi, maka semakin lama pula para guru menikmati tunjangan profesi pendidik (TPP) sebesar satu kali gaji itu.

“Kalau pengumuman saja baru 2009, maka otomatis pencairan tunjangannya baru diberikan satu tahun setelah diumumkan. Artinya baru pada 2010 peserta sertifikasi 2008 bisa menikmati tunjangannya,” jelasnya. ( Duh, lama juga padahal ada teman dah buat galian lubang hutang )

Sementara itu, proses PLPG yang berlangsung di kampus Kelud 1 dan BLK 1, sejak 13 November lalu berlangsung lancar. Rencananya 21 November merupakan hari terakhir pelaksanaan PLPG bagi peserta tahap pertama. Selanjutanya, PLPG tahap kedua langsung menyambung jadwalnya, hingga  Desember mendatang, diharapkan PLPG secara keseluruhan bisa rampung. Dalam diklat itu,  sekaligus dilaksanakan tes untuk penentuan kelulusan peserta.

Selain itu, poin yang akan menjadi penilaian adalah keaktifan, inovasi pembelajaran yang ditampilkan. Termasuk hasil penilaian portofolio yang sudah dicapai akan menjadi salah satu bahan pertimbangan kelulusan peserta PLPG. Seperti diketahui, PLPG Rayon 12 dari kabupaten BREBES diikuti 138 guru SD , yang 10 orang merupakan teman seperjuangan menghadapi portofolio dari kecamatan Tanjung.

Buat teman yang sedang PLPG yang betah saja ya, segudang pengetahuan didapat disana. Buat yang belum muncul namanya, mari berdoa bersama agar tidak ikut dalam PLPG tahap berikutnya, dan tentunya tidak diskualifikasi ( semoga kekuatan doa itu muncul lagi. Amin )





Hakekat cinta…

25 10 2008

For my student ………


Cinta pada tingkat tertitinggi adalah cinta kepada Allah, rasulNya dan jihad dijalanNya.

Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada ortu, anak, keluarga, pasangan dan saudara.

Adapun cinta yg paling rendah adalah cinta yg lebih mengutamakan harta, keluarga, daripada cinta kepada Allah, RasulNya dan jihad dijalanNYa.

Hikmah dari Cinta:

1. Cinta adalah proses ujian yg keras dan pahit dalam kehidupan manusia. Apakah cinta itu dalam perjalanannya akan menghantarkannya kepada jalan yg mulia atau menghempaskannya kepada jalan yg hina.

2. Jika tidak ada cinta maka di dunia ini tidak akan ada inovasi, pembangunan dan peradaban.

3. Keberadaan cinta merupakan faktor dominan dalam melestarikan eksistensi manusia dan interaksinya dengan sesama manusia.

# Ketika cinta diarahkan kpd kebaikan, mk cinta dapat membawa keutuhan, perdamaian, kebaikan pada kehidupan bermasyarakat.

# Cinta yg ditumbuhkan oleh factor keimanan, maka akan menghasilkan berbagai hal yg mengagumkan. Dapat mengubah sejarah, menegakkan puncak kejayaan dan kemuliaan dunia. Sebagai contoh adalah kehidupan generasi muslim pada masa dahulu.

Qs. 33: 36

“Tidaklah patut bagi seorg mukmin baik laki2 maupun perempuan jika Allah dan RasulNya telah menetapkan bagi mereka suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yg lain dalam urusan mereka…”

Qs.2:140

“Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah?…”

Qs. 2 : 282

“…dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”