Arsip Tag: portofolio guru rayon 12 unnes

Perbedaan Besarnya Tunjangan Sertifikasiku……..

OemarBakrieAkhirnya, saya sampaikan selamat kepada mereka yang telah dinyatakan lulus langsung  dan selamat bagi yang lulus secara tertulis dari MPLPG, bagi peserta sertifikasi kuota 2009 baik bagi Guru dan Pengawas dalam Jabatan. Dalam pemahaman saya, mereka yang dinyatakan lulus langsung atau pun harus melalui pelatihan (MPLG) pada dasarnya tetap sama baiknya, keduanya memiliki nilai positif masing-masing.

Lebih dari itu, kita berharap semoga para peserta yang telah dinyatakan lulus tersertifikasi tidak harus berlama-lama lagi menanti hak-hak yang semestinya diterima dan bersamaan itu pula, semoga kinerja para guru dan pengawas sekolah yang telah tersertifikasi ini dapat semakin meningkat, guna tercapainya mutu pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Minimnya refferensi Informasi Tunjangan Sertifikasi Guru di Jawa Tengah khususnya rayon12 Unnes, membuat kewalahan para guru di Jawa Tengah untuk memperoleh Informasi tentang tunjangan sertifikasi, mulai dari proses penerimaan berkas sertifikasi, proses diklat hingga info pencairan tunjangan setifikasi guru untuk wilayah Jateng.

Dalam hal ini, saya yang termasuk dalam peserta sertifikasi guru kuota tahun 2008, merasa bahwa mengenai pencairan tunjangan sertifikasi guru yang tertulis di SK Sertifikasi yang diterbitkan Ditjen PNUPTK, masih terkesan “kurang jelas” karena beberapa point di bawah ini:

  1. Jadwal pencairan rapelan tunjangan sertifikasi guru tidak dapat dipastikan, baik mengenai kapan uang akan dikirmkan ke rekening masing-masing guru maupun jumlah penghitungan besaran tunjangan yang dibayarkan kepada setiap guru yang dinyatakan lulus uji sertifikasi sebagai syarat “layak mengajar” dan “guru professional”.
  2. Besarnya tunjangan yang tercantum untuk seorang guru dengan TMT yang sama ,pangkat dan golongan yang sama, ternyata besarnya berbeda-beda
  3. Proses keluarnya SK Sertifikasi yang tidak bersamaan , dengan tidak adanya criteria tertentu, juga mengakibatkan cairnya tunjangan pada setiap peserta juga tidak bersamaan

Dari berbagai masalah tersebut , yang paling penting adalah terjadinya perbedaan besarnya tunjangan dari guru yang ber TMT dan berpangkat golongan sama. Saya memang berniat mengadukan sekaligus mempertanyakan permasalahan besaran tunjangan sertifikasi guru ini, namun mereka mengaku bingung harus bertanya dan mengadu kepada pihak mana, karena pihak Dinas Pendidikan sendiri mengaku tidak mengetahui kapan dan bagaimana prosedur penetepan besaran tunjangan sertifikasi akan diberikan.

Wajar jika BPKP merasa untuk mengaudit kembali berkas portofolio yang telah dikumpulkan, dan besarnya tunjangan yang diterima beserta berkas adminitrasi  pengugusulan pembayarannya.

Namun dengan kenyataan yang ada, patut kiranya jika  dengan nominal “seadanya”  saya tetap bersyukur bahwa ternyata tunjangan sertifikasi semoga bukan hanya “isapan jempol” semata.

Lewat postingan ini, bagi rekan guru yang baru akan mengurus tunjangan sertifikasi untuk lebih berhari-hati dan wasapada pada beberapa point di bawah ini:

  1. Perhatikan petugas pengurusan berkas sertifikasi yang ditetapkan Dinas Pendidikan setempat, mulai dari pengumpulan berkas portofolio, pengurusan SK inpassing, dan NUPTK, pemeberkasan adminitarsi pengusulan SK sertifikasi. Pastikan bahwa petugas benar-benar memiliki kewenangan untuk mengurus pemberkasan (demi mencegah maraknya “calo” dan praktek pungli dari “demam sertifikasi guru” yang terjadi)
  2. Jika Anda dinyakan belum lulus pada tahap pertama dan diwajibkan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan) Diklat Sertifikasi Guru maka jangan mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya Diklat tersebut karena semuanya telah digratiskan oleh Pemerintah Pusat.

Semoga bermanfaat,

Pengumuman sertifikasi rayon 12 unnes kuota 2008 ( kenapa nunggu jakarta ? )

hore1

Senin, 10 November pukul 14.30 mealui website portofolio unnnes, sebuah undangan telah dikirim bagi guru SD/MI yang sudah mengumpulkan portofolio untuk kuota 2008.

Sebuah kabar yang menggembirakan, mengkhawatirkan dan membikin bingung. Bagi nama guru yang tercantum dalam undangan, maka dinyatakan harus mengikuti PLPG di kampus Kelud Unnes mulai 13 – 21November 2008. Guru yang tercantum dalam daftar merasa lega  ( jelas status portofolionya ) dan harus rela untuk mengikuti PLPG, namun bagi yang belum tercantum bisa jadi LULUS, MENGIKUTI PLPG TAHAP BERIKUTNYA, ATAU BAHKAN DISKUALIFIKASI ( tapi kalo ilang mungkin gak yaa ).

Untuk Guru SD di kec Tanjung terdapat 10 guru yang diundang mengikuti PLPG Tahap I, mereka tergabung dalam kelas Kelud I bersama 138 guru se Kab Brebes. Sedangkan yang 12 guru dari kec Tanjung belum jelas statusnya ( mudah -mudahan lulus jauh dari PLPG.  termasuk admine kyeh…….Amin ).

Kejelasan mengenai pengumuman kelulusan sertifikasi 2008 nampaknya belum ada kepastian. Hingga kemarin, Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 12 UNNES) belum bisa memastikan apakah peserta sertifikasi guru yang tidak ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) adalah peserta yang lulus portofolio atau tidak. ( terkatung-katung juga nasib kami, ataukah hilang berkas kami )

“Nama-nama yang tidak terdaftar dalam PLPG saat ini sedang diusulkan ke konsorsium penilaian sertifikasi guru. Ada dua kemungkinan bisa lulus bisa tidak,” kata sebuah sumber terpercaya.

Diakui, sesuai jadwal awal, pengumuman hasil kelulusan sudah diinformasikan secara luas pad akhir Oktober lalu. Tapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut. Hanya saja ia berharap, pengumumannya tidak sampai melewati batas akhir tahun. Sebab jika itu terjadi, maka semakin lama pula para guru menikmati tunjangan profesi pendidik (TPP) sebesar satu kali gaji itu.

“Kalau pengumuman saja baru 2009, maka otomatis pencairan tunjangannya baru diberikan satu tahun setelah diumumkan. Artinya baru pada 2010 peserta sertifikasi 2008 bisa menikmati tunjangannya,” jelasnya. ( Duh, lama juga padahal ada teman dah buat galian lubang hutang )

Sementara itu, proses PLPG yang berlangsung di kampus Kelud 1 dan BLK 1, sejak 13 November lalu berlangsung lancar. Rencananya 21 November merupakan hari terakhir pelaksanaan PLPG bagi peserta tahap pertama. Selanjutanya, PLPG tahap kedua langsung menyambung jadwalnya, hingga  Desember mendatang, diharapkan PLPG secara keseluruhan bisa rampung. Dalam diklat itu,  sekaligus dilaksanakan tes untuk penentuan kelulusan peserta.

Selain itu, poin yang akan menjadi penilaian adalah keaktifan, inovasi pembelajaran yang ditampilkan. Termasuk hasil penilaian portofolio yang sudah dicapai akan menjadi salah satu bahan pertimbangan kelulusan peserta PLPG. Seperti diketahui, PLPG Rayon 12 dari kabupaten BREBES diikuti 138 guru SD , yang 10 orang merupakan teman seperjuangan menghadapi portofolio dari kecamatan Tanjung.

Buat teman yang sedang PLPG yang betah saja ya, segudang pengetahuan didapat disana. Buat yang belum muncul namanya, mari berdoa bersama agar tidak ikut dalam PLPG tahap berikutnya, dan tentunya tidak diskualifikasi ( semoga kekuatan doa itu muncul lagi. Amin )