Ilmuku yang Tidak Terpakai…..

( Sebuah tulisan dari rekan aktivis seni di Tanjung Brebes, nama dan alamat terdapat pada admin )


aktivis seni

Setiap tahun aku diperintahkan oleh Dinas P dan K Kecamatan Tanjung ( sekarang UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung ) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mengikuti Pelatihan Seni Lukis tingkat kabupaten. Setiap tahun pula aku mendapatkan ilmu seni lukis yang sangat berguna dan selalu berkembang. Sebagai bukti aku sudah mengantongi beberapa sertifikat hasil pelatihan seni lukis. Alhamdulillah aku sudah menularkan ilmuku kepada rekan-rekan guru SD se Kecamatan Tanjung.

Walaupun tetap saja ada yang tidak hadir pada penularan hasil pelatihanku. Termasuk rekanku yang selalu bertentangan pendapat dalam hal penilaian lomba seni lukis tingkat kecamatan. Setiap aku dan rekanku tersebut ditunjuk menjadi juri hampir dipastikan selalu mengalami silang pendapat dalam memutuskan siapa pemenangnya.

Seperti contohnya, kemarin pada tanggal 29 April 2009 diselenggarakan Lomba Kreativitas Seni Lukis Tingkat Kecamatan Tanjung, ketika menentukan juara I “beliau” memilih lukisan yang belum selesai diwarnai. Aku tersentak dan langsung bereaksi mengingatkanya bahwa kenindahan sebuah karya seni lukis faktor utamanya adalah pewarnaan yang maksimal, sempurna, dan harmonis. Tapi “beliau” berkilah bahwa pewarnaan bukan faktor utama. Menurut “beliau” yang utama adalah faktor perspektif. “Beliau” tidak tahu bahwa usia anak SD sebenarnya jangan dicekoki teknik perspektif dulu. Sifat anak masih lugu belum mengerti hukum perspektif, sehingga menurut saya “beliau” telah salah dalam memberikan penilaian terhadap karya lukis anak.

Sungguh tidak masuk di akal, banyak lukisan siswa yang menurutku bagus sekali, penuh warna keindahan, enak dilihat, tapi cukup dikalahkan oleh sebuah lukisan yang tidak sempurna, tidak punya keindahan warna dan tidak enak dilihat. Ternyata itu adalah hasil karya siswanya sendiri yang menurut “beliau” paling bagus, paling hebat, dan paling menarik. Hasil dari didikan “beliau” sendiri bukan dari ilmu yang seharusnya ( sesuai usia anak SD ). Mungkin “beliau” merasa gengsi bila menimba ilmu dari pelatihan seni lukis yang ku dapatkan dengan biaya dari UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung. Herannya lagi justru lukisan yang tidak sempurna itu didukung oleh beberapa panitia yang telah mengirimku ke Pelatihan Seni Lukis tingkat Kabupaten Brebes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s