Kesempatan pertama untuk belajar menjadi seorang pemimpin …..

Bulan Juni 2011, ada  kesempatan mengikuti tes untuk menjadi kepala sekolah setelah mengabdi sebelas tahun menjadi guru PNS. Ku jalani saja sesuai aturan yang telah ditetapkan, dari tahap seleksi portofolio di UPTD Pendidikan Kec Tanjung, dan tahap selanjutnya test tertulis dan wawancara di tingkat Kabupaten Brebes. Dan akhirnya mendapatkan sesuatu yang biasa ketika mendapat kabar jika lolos tes untuk peringkat ke 3 dan tak lama lagi diangkat menjadi kepala sekolah. Sejenak pun terlintas  dalam pemikiran tak ada yang istimewa dengan jabatan kepala sekolah ini.

Akhirnya kesempatan itu datang. Setelah delapan bulan menunggu, akhirnya mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah, yang secara resmi dilantik oleh Bupati Brebes pada 14 Maret 2012 . Bupati merekomendasikan untuk menjabat Kepala Sekolah di SD N Kemurang Wetan 01 Kec.Tanjung, menggantikan Daan,S.Pd. yang telah menjabat dua periode. Ternyata merupakan Kepala Sekolah termuda, yang juga baru mempunyai masa kerja 11 tahun, dengan tempat tugas di sekolah dengan jumlah siswa 358 anak , Guru PNS sebanyak 9 orang, GTT sebanyak 4 orang dan 1 orang PTT, namun dengan profil sekolah yang sudah tertata dan terorganisasi sebelumnya ini, tidak  akan menyurutkan langkah dan niat untuk memimpin sebuah sekolah untuk memajukan pendidikan yang lebih baik..

Sewaktu perpisahan di SD N Sengon 02 , teman-teman satu  sekolah mendoakan kami, sambil menyalami mengucapkan selamat dan mereka pun bertanya: “Sudah siap lahir batin Pak?” “Anda beruntung Pak, anda lolos seleksi tahap-tahap akhir”. Kamipun tak kuasa menahan haru, “Terima kasih Bu. Ini semua karena doa dan motivasi dari Bapak Ibu semuanya !”.

Akhirnya jabatan ini kujalani seperti hari – hari biasanya, harus menjalani rutinas sebagai kepala sekolah di daerah timur kota, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Menyusuri jalanan di sepanjang tol Pejagan Tanjung.

Dipenghujung akhir tahun pelajaran , saya pun harus melihat siswa siswa di sekolah tempat tugas yang baru ini, ternyata ada siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah ke SMP/MTs. Orang miskin jangan dilarang sekolah, tapi sekolahkanlah! Sejenak ku bayangkan jika anak – anak manusia yang miskin dan ingusan itu memiliki pengetahuan yang lebih sebagai bekal untuk menggapai mimpinya. Cukup indah. Tapi jika semua sekolah digratiskan apakah semua fasilitas sekolah di seluruh negeri ini sama dan seragam? Anak SD pun saya pikir sudah bisa menjawab.

Untuk sekolah di kota besar memang cukup mampu menyelenggarakan program sekolah gratis, aku lihat fasilitas yang mereka miliki sudah cukup mendukung. Lalu bagaimana nasib sekolah pinggiran yang fasilitasnya masih serba pas – pasan? Tidak akan jadi masalah bagiku mengenai wacana sekolah gratis dan aku pun justru bahagia jika pemerintah tidak berat sebelah dan menyamaratakan perhatiannya kepada semua sekolah terlebih dulu sebelum merealisasikan program sekolah gratis.

Sebenarnya sejak dulu program – program dari pemerintah di bidang pendidikan untuk anak miskin sudah ada, bahkan sekolahku juga dipenuhi siswa dari kelas menengah ke bawah. Sewaktu menjadi guru, Aku juga pernah masuk ke ujung desa untuk membujuk siswaku untuk mengikuti ujian nasional, ia putus asa karena setelah dipikir meskipun sekolah pun tak akan menjamin masa depannya akan lebih baik, tetap saja hidupnya miskin dan lebih baik ia membantu bekerja orang tuanya dengan menggembala kambing.

Baginya sekolah bukan suatu kebutuhan yang penting. Juga soal prestasi menjadi sesuatu yang biasa jika sekolahku kalah bersaing dengan sekolah kota. Siswa – siwa yang cerdas dan mampu secara ekonomi pasti larinya ke sekolah kota yang lebih bergengsi dan menjamin prestasi mereka.

Bukan penyebab jika sekolahku tak kunjung berprestasi. Sudah menjadi kewajibanku membangun sekolah yang ku pimpin ke arah yang lebih baik. Tanggung jawabku sebagai kepala sekolah memang tidak main – main. Di satu sisi masyarakat menuntut haknya di bidang pendidikan yang cukup penting agar tidak selalu dibodohi oleh orang – orang pintar yang rakus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s