Peran Serta Masyarakat SD N Kemurang Wetan 01 Untuk Pembangunan Gedung Lantai 2

“Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakjujuran, dan dari buruknya akhlaq dan iman” ( Mulyasana, 2011: 120 ) sehingga pemerintah menentukan pedoman penyusunan standart pelayanan minimal penyelenggaraan sekolah bidang pendidikan dasar dan menengah yang dituangkan dalam Standar pelayanan Minimal ( SPM ) dan Standar Nasional Pendidikan ( SNP ).

SD N Kemurang Wetan 01 masih belum bisa memenuhi StandarPelayanan Minimal (SPM) dengan rasio jumlah siswa dan ruang kelas serta luas sekolah. Kenyataan ini menimbulkan permasalahan dalam penyelenggraan proses belajar mengajar sekolah. Untuk itu diperlukan solusi pemecahan masalah dari sekolah dan pemerintah, sebagaimana pendapat Indarjo (2003:3) ” bahwa permasalahan pendidikan yang muncul serta belum terpecahkan dapat bersumber dari peran serta masyarakat dalam pendidikan yang masih kurang dan terabaikan oleh penyelenggara pendidikan”.

3. Sumber Dana Pendidikan

Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan keluarga dan atau masayarakat. Pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. Orang tua dan masyarakat mempunyai tanggungjawab bersama untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Dana pendidikan diperoleh dari tiga sumber, antara lain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Masyarakat. “ Dalam pembahasan pembiayaan pendidikan sumber-sumber biaya itu dibedakan dalam tiap golongan yaitu peemerintah, masyarakat, orangtua dan sumber lainnya “ ( Nanang Fatah, 2006: 48).

Sumber dana dari masyarakat adalah biaya yang diperoleh dari masyarakat melalui iuran komite sekolah. Bantuan komite sekolah dibebankan kepada anak yang masih mengikuti pelajaran di sekolah yang ditetapkan besarnya setiap siswa yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah.

Dengan berlakunya otonomi daerah yang akan berdampak pada otonomi pendidikan maka peran masyarakat dalam berpartisipasi dalam pengelolaan dan pembiayaan pendidikan. Peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan baik dalam pengelolaan maupun pembiayaan harus disadari adanya kesadaran bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang sehingga memotivasi masyarakat untuk memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Permasalahan tersebut mendorong penulis untuk lebih mengkaji proses partisipasi masayarakat dalam pembangunan di SD N Kemurang Wetan 01 Kecamatan Tanjung yang dipergunakan untuk kegiatan kesiswaan , peningkatan sarana dan prasarana, dan pengetahuan guru.

 4. Rapat Orang Tua Siswa

Rapat Orang Tua siswa

SD N Kemurang Wetan 01 pada 25 April 2012 mengadakan musyawarah bersama orangtua siswa untuk membahas program sekolah. Salah satu program sekolah adalah membahas permasalahan efektifitas pembelajaran di kelas dengan tempat duduk siswa yang selalu berdesakkan.

Pada awal tahun pelajaran 2012/2013 dilaksanakan rapat orang tua siswa pada 3 Oktober 2012 untuk membahas laporan perkembangan sumbangan sukarela yang sudah diterima oleh sekolah kepada komite sekolah dan orang tua siswa. Kesepakatan dalam rapat ini adalah untuk percepatan pembangunan maka sumbangan sukarela dari orang tua diwujudkan untuk pembuatan lantai dua, sedangkan ruangan dan perabotnya sekolah akan mengajukan permohonan pembangunan ruang kelas baru. Hal ini dimaksudkan agar sumbangan sukarela yang diberikan tidak selama lima kali dalam lima tahun, maka dibutuhkan kerjasama antara sekolah dan orang tua siswa.

Jumlah dana yang sudah masuk disimpan dalam rekening sekolah dan tiap akhir tahun diadakan evaluasi jumlah dana yang masuk di tiap kelas. Berdasarkan kesepakatan sekolah dan pengurus komite, sekolah tidak memberikan sanksi bagi siswa yang belum memberikan sumbangan sukarela. Misalnya dalam pembagian rapot, dengan menahan rapot bagi siswa yang belum memberikan sumbangan sukarela. Dengan cara seperti ini ternyata membuat kesadaran orang tua dalam memberikan sumbangan sukarela meningkat.

Untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang telah memberikan sumbangan sukarela maka sekolah segera membentuk panitia pembangunan.

5. Penyusunan Panitia Pembangunan

Pantia Pembangunan Sekolah ( P2S ) ditentukan bersama dalam rapat antara guru dan orang tua siswa.

Rapat Panitia Pembangunan Sekolah SDN Kemurang Wetan 01

Panitia yang dibentuk tersebut terdiri dari unsur guru, komite dan otang tua siswa, dengan susunan panitia sebagai berikut :

Penangungjawab               :SUGIYONO,S.Pd., M.Pd.

Ketua                                    :DAAN,S.Pd

Sekretaris                          :TRIYONO

Bendahara                         :M.AGUS JAFAR

Anggota                            : GONO SUWITO,S.Pd.

TARBAN NUR

M. AMIN

6. Pembangunan Lantai Dua

Proposal penambahan ruang kelas baru melalui dana APBD II ternyata mendapatkan tanggapan dari pemerintah daerah kabupaten Brebes. SD N Kemurang Wetan 01 mendapatkan penambahan ruang kelas di lantai dua dengan jumlah dana Rp 70.000,00. Panitia pembangunan sekolah segera mengadakan musyawarah untuk segera memulai pembangunan lantai dua yang bersumber dari sumbangan sukarela masyarakat. Pelaksana pembangunan langsung dilaksanakan oleh orang tua siswa, hal ini disebabkan karena dana yang dipergunakan untuk pembuatan lantai dua berasal dari orang tua siswa.

Proses pembangunan ruang kelas baru bersumber dana APBD II dengan lantai dasarnya sudah hampir selesai, ternyata proposal perpustakaan dengan perabotnya mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes. Jumlah dana yang akan diterima sebesar Rp 112.300.000, 00 berupa bangunan dan perabotnya. Maka sekolah segera mengadakan rapat orang tua siswa dan Komite Sekolah pada 30 September 2013, karena dana sumbangan sukarela yang sudah dipergunakan untuk pembuatan lantai dua ruang kelas baru beserta tangga pengaman.

Hasil musyawarah orang tua yang dipimpin oleh Komite sekolah bahwa sekolah sudah mampu menyelesaikan pembangunan lantai dua untuk ruang kelas baru,dan pembangunan ruang perpustakaan sudah mendapatkan persetujuan, maka orang tua akan memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk memberikan sumbangan sukarela tahap ketiga agar pembangunan ruang perpustakaan agar dapat segera dilaksanakan. Komite Sekolah memberikan keringan kepada orang tua siswa dalam memberikan sumbangan sampai bulan Juni 2014.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat dan bukti pembangunan yang dilaksanakan oleh sekolah, maka sumbangan sukarela tahap ketiga pun dapat berjalan dengan lancar. Sumbangan sukarela tahap ketiga dapat mencapai Rp 28.760.000. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh partisipasi masyarakat.

7. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Peran serta masyarakat melalui sumbangan sukarela di SD N Kemurang Wetan 01 dilaporkan ke masayarakat dan pengurus komite sekolah dalam rapat orang tua siswa pada 17 April 2014.

Dalam laporan keuangan ini masih ada kekurangan dana pembangunan lantai dua sebesar Rp 4. 320.000.Kekurangan dana pembangunan tersebut disebabkan karena sumbangan yang diberikan masih berjalan karena berdasarkan kesepakatan rapat pada 30 September 2013 sumbangan diberikan sampai bulan Juni 2014.

Akhirnya SD N Kemurang Wetan 01 mampu menambah ruang kelas baru dan ruang perpustakaan di lantai dua lengkap dengan tangga dan pagar pengaman dengan menggunakan peran serta masyarakat dalam pendidikan.

Gedung Lama

Pembangunan Ruang Kelas Baru

SD N KEMURANG WETAN 01 TANJUNG BREBES

 8. Simpulan

  1. Permasalahan sarana prasarana sekolah yang belum tercukupi dan tidak bisa dibiayai oleh pemerintah diperlukan musyawarah bersama antara orang tua , komite sekolah, guru untuk mencari solusi bersama dengan menggunakan sumbangan sukarela dari masyarakat dengan teknis yang diatur dalam hasil musyawarah.
  2. Dalam proses pembangunan sekolah terutama yang bersumber dari dana sumbangan sukarela masyarakat perlu dibentuk panitia pembanguan yang melibatkan unsur orang tua, masyarakat dan guru sehingga akan tercipta kepercayaan dari masyarakat terhadap sekolah.
  3. Semakin besarnya sumbangan dana masyarakat dapat meningkatkan investasi pembangunan gedung, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kegiatan siswa seperti, lomba akademik dan non akademik untuk peningkatan mutu pendidikan.

9.  Saran

 

  1. Sumbangan sukarela yang diberikan oleh orang tua siswa hendaknya tidak bersifat mengikat tetapi sukarela sehingga masyarakat kurang mampu masih bisa mendapatkan layanan pendidikan di sekolah.
  2. Orang tua siswa dengan hendaknya berpartisipasi aktif dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
  3. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk memenuhi sarana prasarana sekolah bagi sekolah yang belum mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal ( SPM )

    10. DAFTAR PUSTAKA

     Indardjo., Sihombing, Umberto. 2003. Pembiayaan Pendidikan. Yogjakarta: UPP AMP YKPN

    Kurniady, Dedy A. 2011. Pengelolaan Pembiayaan Sekolah Dasar di Kab Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1 April 2011

    Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung : Rosda Karya

    Mulyasana, Dedy. 2011. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: Remaja Rosdakarya.

    Nanang Fattah. 2004. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT. Rosdakarya.

    Supriadi, Dedi. 2010 . Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. Bandung: Rosdakarya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s